Apple Diam-Diam Sedang Menjajaki Intel dan Samsung sebagai Alternatif TSMC untuk Membuat Chip iPhone — dan Ini Bukan Sekadar Diversifikasi Bisnis Biasa, Ini Adalah Respons terhadap Ancaman yang Sangat Nyata bagi Masa Depan iPhone Kamu! (Analisis Mendalam Forto.id)
Bloomberg merilis laporan yang, di permukaan, tampak seperti berita korporat yang hanya relevan untuk analis Wall Street dan eksekutif supply chain: Apple sedang menjajaki pembicaraan awal dengan Intel dan mengevaluasi....
IPHONEAPPLE
Septa
5/5/202615 min read


Bloomberg merilis laporan yang, di permukaan, tampak seperti berita korporat yang hanya relevan untuk analis Wall Street dan eksekutif supply chain:
Apple sedang menjajaki pembicaraan awal dengan Intel dan mengevaluasi fasilitas Samsung Electronics sebagai alternatif TSMC untuk memproduksi chip-chip utama perangkat Apple.
Bagi sebagian besar pembaca, nama-nama seperti TSMC, Intel Foundry, dan Samsung Semiconductor mungkin terdengar asing dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Tapi bagi siapapun yang menggunakan iPhone — dan mengikuti berita dalam beberapa minggu terakhir — ada koneksi yang sangat langsung antara laporan ini dan pengalaman nyata yang sudah dirasakan pengguna iPhone hari ini.
Kamu ingat apa yang dikatakan Tim Cook dalam earnings call terakhirnya seminggu yang lalu? "Demand was off the charts" untuk iPhone 17 — permintaan luar biasa yang tidak bisa dipenuhi karena ada supply constraints atau keterbatasan pasokan. Chip A19 dan A19 Pro yang jadi otak iPhone 17 mengalami bottleneck produksi karena TSMC menggunakan proses fabrikasi yang sama untuk memenuhi kebutuhan dari semua perusahaan AI yang sedang berlomba membangun data center.
Hasilnya: ada pengguna yang tidak bisa mendapatkan iPhone 17 yang mereka inginkan. Ada model tertentu yang stoknya terbatas. Dan Apple mengakui bahwa situasi ini memengaruhi revenue mereka.
Laporan Bloomberg hari ini adalah gambaran dari apa yang Apple lakukan di balik layar untuk memastikan situasi seperti itu tidak terjadi lagi — khususnya untuk iPhone 18 Pro yang akan hadir September 2026 dengan chip A20 Pro berbasis proses 2nm, sebuah proses yang bahkan lebih langka dan lebih diperebutkan dari 3nm yang digunakan iPhone 17.
Fondasi yang Perlu Dipahami: Chip iPhone Selalu Dibuat oleh TSMC
Untuk memahami betapa signifikannya laporan ini, kita perlu memahami dulu betapa absolutnya dominasi TSMC dalam proses pembuatan chip Apple selama ini.
TSMC — Taiwan Semiconductor Manufacturing Company — adalah perusahaan fabrikasi chip (foundry) terbesar di dunia, berlokasi di Taiwan. Kata kunci: fabrikasi. TSMC bukan yang mendesain chip Apple — desain chip Apple Silicon (A-series, M-series, C-series) dilakukan 100% oleh tim Apple sendiri di bawah kepemimpinan SVP Chip bernama Johny Srouji. TSMC "hanya" yang memproduksinya — mengubah desain chip Apple menjadi chip fisik menggunakan proses manufaktur mereka yang sangat canggih.
Dan untuk lebih dari satu dekade, setiap chip iPhone tanpa pengecualian telah diproduksi oleh TSMC. Dari chip A7 di iPhone 5s (2013) yang merupakan chip 64-bit pertama di smartphone, hingga chip A18 Pro di iPhone 16 Pro (2024), hingga chip A19 Pro di iPhone 17 Pro (2025) — TSMC yang membuatnya semua.
Tidak ada rencana perubahan ini yang pernah muncul sebelumnya dalam skala yang seserius ini. Kemitraan Apple-TSMC sudah begitu erat sehingga Apple bahkan sudah memberikan miliaran dolar ke TSMC di muka sebagai pre-payment untuk memastikan akses prioritas ke kapasitas produksi terbaru mereka.
Ketika Bloomberg melaporkan bahwa Apple sekarang sedang mengevaluasi alternatif dari kemitraan yang sudah sangat mapan ini — itu adalah berita yang tidak bisa diabaikan.
Mengapa TSMC Menjadi Bottleneck: Tiga Alasan yang Saling Terkait
Laporan Bloomberg tidak hanya memberitahu apa yang Apple lakukan — ia juga menjelaskan mengapa. Dan pemahaman tentang "mengapa" ini adalah kunci untuk memahami dampaknya ke iPhone.
Alasan 1: Revolusi AI Memakan Kapasitas Chip Dunia
Ini adalah akar dari segalanya, dan ini sudah kita singgung di artikel Forto.id tentang R&D Apple minggu lalu.
TSMC menggunakan proses fabrikasi 3nm untuk chip iPhone 17 series. Proses yang sama — dengan variasi kecil — juga digunakan oleh:
Nvidia untuk GPU H100 dan H200 yang menjadi "emas" di era AI — setiap perusahaan yang membangun data center AI ingin sebanyak mungkin H100/H200 yang bisa mereka dapatkan. Demand-nya melebihi kapasitas produksi TSMC secara masif.
AMD untuk prosesor Ryzen dan EPYC generasi terbaru yang juga sangat diminati.
Qualcomm untuk chip Snapdragon yang digunakan di hampir semua flagship Android.
Intel dan banyak perusahaan chip lainnya yang antri untuk kapasitas produksi TSMC.
Bloomberg menggambarkan ini dengan sangat tepat: "Recent shortages have been driven by the massive build-out of AI data centers and higher-than-anticipated demand for Macs suitable for running AI models locally."
Semua orang ingin chip dari TSMC. TSMC memiliki kapasitas yang terbatas. Bahkan Apple — satu dari pelanggan terbesar TSMC — tidak bisa mendapatkan semua kapasitas yang mereka butuhkan.
Alasan 2: Proses 2nm untuk iPhone 18 Pro Bahkan Lebih Langka
Jika situasi di proses 3nm sudah challenging, proses 2nm yang akan digunakan untuk chip A20 Pro di iPhone 18 Pro September 2026 adalah tantangan yang lebih besar lagi.
Proses 2nm adalah proses fabrikasi paling canggih yang pernah ada — dan TSMC baru saja mulai bisa memproduksinya dalam skala yang cukup untuk pengiriman komersial. Kapasitas 2nm di TSMC pada tahap awal ini jauh lebih terbatas dari kapasitas 3nm.
Di saat yang sama, permintaan untuk proses 2nm sudah sangat besar bahkan sebelum produksi dimulai — Apple bukan satu-satunya perusahaan yang ingin akses ke proses paling canggih ini.
Dari sisi Apple: chip A20 Pro di iPhone 18 Pro adalah taruhan besar yang sudah di-commit, yang menjanjikan 15% peningkatan kecepatan dan 30% efisiensi yang lebih baik dibanding A19 Pro. Jika pasokan chip A20 Pro terbatas seperti pasokan A19 Pro yang menyebabkan kekurangan iPhone 17 — dampaknya terhadap penjualan dan revenue iPhone 18 Pro bisa sangat signifikan.
Alasan 3: Risiko Geopolitik Taiwan yang Tidak Bisa Diabaikan
Ini adalah dimensi yang paling dramatis dan yang paling sering disebut dalam diskusi tentang kerentanan supply chain global chip semikonduktor.
TSMC berlokasi di Taiwan — pulau yang secara geopolitik berada dalam posisi yang sangat sensitif karena klaim Republik Rakyat China (RRC) atas Taiwan. Ketegangan antara China dan Taiwan sudah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan China sering menggelar latihan militer di sekitar Taiwan.
Bloomberg secara eksplisit menyebut ini: "Apple's reliance on TSMC also carries added weight given the broader geopolitical tensions surrounding Taiwan and its relationship with China."
Bayangkan skenario paling ekstrem yang tidak ada yang mau terjadi tapi yang tetap harus diperhitungkan dalam perencanaan jangka panjang: jika ada eskalasi konflik yang mengganggu operasional TSMC di Taiwan, tidak hanya iPhone yang akan terdampak — hampir seluruh industri teknologi global akan terguncang, karena TSMC memproduksi chip untuk hampir semua perangkat elektronik modern.
Apple, sebagai perusahaan yang $111 miliar revenue-nya sangat bergantung pada kemampuan memproduksi chip canggih, memiliki insentif yang sangat kuat untuk tidak menaruh semua telurnya dalam satu keranjang yang berlokasi di satu pulau di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.
Intel Foundry: Dari Rival Chipset ke Calon Mitra Fabrikasi Apple
Laporan Bloomberg menyebut dua nama calon alternatif: Intel dan Samsung Electronics. Mari kita bahas keduanya dan mengapa masing-masing relevan — serta mengapa masing-masing juga masih memiliki hambatan yang signifikan.
Intel: Comeback Story yang Belum Terbukti
Hubungan Apple dan Intel sudah sangat panjang dan sangat menarik. Ini adalah kisah yang penuh ironi:
2006 — Apple beralih ke Intel: Apple berpisah dari PowerPC dan beralih menggunakan prosesor Intel untuk semua Mac mereka. Kemitraan yang menguntungkan kedua pihak.
2020 — Apple beralih meninggalkan Intel: Apple mengumumkan Apple Silicon — chip M-series yang dirancang sendiri, diproduksi oleh TSMC, yang membuat Mac jauh lebih cepat dan lebih hemat daya dari Mac berbasis Intel. Dalam dua tahun, seluruh lini Mac sudah beralih ke Apple Silicon. Intel kehilangan pelanggan terbesar yang memberikan mereka legitimasi premium.
2024-2026 — Intel mencoba comeback sebagai foundry: Dibawah CEO baru Lip-Bu Tan, Intel sedang dalam proses transformasi yang sangat ambisius — menjadi perusahaan foundry yang memproduksi chip tidak hanya untuk Intel sendiri, tapi untuk perusahaan lain seperti yang TSMC lakukan. Intel menyebut ini sebagai Intel Foundry Services (IFS).
Bagi Intel, mendapatkan Apple sebagai pelanggan foundry-nya akan menjadi validasi terbesar yang mungkin ada untuk program foundry mereka yang masih sangat baru dan masih berjuang untuk mendapat kepercayaan industri. Apple bukan hanya pelanggan besar dari sisi volume — mereka adalah brand yang paling berhubungan dengan inovasi chip semikonduktor cutting-edge. Jika Apple mau mempercayakan chip iPhone ke Intel Foundry, itu akan mengirimkan sinyal yang sangat kuat ke seluruh industri bahwa Intel Foundry bisa dipercaya.
Ada juga dimensi geopolitik yang sangat relevan: pemerintah AS sekarang memiliki saham ekuitas di Intel, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor dalam negeri. Apple, yang sudah berkomitmen $100 miliar untuk manufacturing di AS dalam programnya, akan mendapat keuntungan signifikan dari sisi hubungan publik dan regulasi jika bisa mengatakan bahwa chip iPhone sebagian diproduksi di pabrik Intel di AS — bukan di Taiwan.
Hambatan yang masih ada: Bloomberg sendiri yang jujur tentang ini — "Intel and Samsung can't reliably offer the type of production and scale that's turned TSMC into the dominant made-to-order chip manufacturer." Intel Foundry masih dalam tahap yang sangat awal dalam proses maturasi. Mereka belum pernah memproduksi chip untuk pelanggan eksternal dalam skala yang bahkan mendekati apa yang TSMC lakukan untuk Apple. Dan konsistensi serta yield rate (persentase chip yang berhasil diproduksi tanpa cacat) adalah sesuatu yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dioptimasi.
Samsung Electronics Foundry: Kompetitor yang Ingin Menjadi Mitra
Hubungan Apple-Samsung adalah salah satu yang paling kompleks dan paling paradoksal di dunia bisnis teknologi.
Samsung dan Apple bersaing sangat ketat di pasar smartphone. Di saat yang sama, Samsung adalah salah satu supplier terbesar Apple — mereka sudah menyuplai layar OLED untuk iPhone, kamera, memori, dan berbagai komponen lain selama bertahun-tahun.
Dan kini, ada kemungkinan bahwa Samsung Foundry — divisi fabrikasi chip Samsung — bisa menjadi mitra produksi chip iPhone.
Bloomberg menyebut bahwa Apple sudah melakukan kunjungan ke pabrik Samsung Electronics di Texas yang diharapkan memproduksi chip canggih. Kunjungan fisik ke fasilitas adalah langkah yang jauh lebih konkret dari sekadar pembicaraan — ini menunjukkan keseriusan evaluasi yang sedang dilakukan.
Samsung Foundry memiliki kapabilitas yang jauh lebih mature dari Intel Foundry — mereka sudah memproduksi chip untuk berbagai perusahaan dan sudah memiliki track record sebagai foundry eksternal. Tapi mereka masih konsisten tertinggal dari TSMC dalam hal teknologi proses terdepan dan dalam hal yield rate untuk chip yang paling kompleks.
Untuk Apple, menggunakan Samsung Foundry untuk chip iPhone juga membawa pertanyaan tentang kenyamanan memberikan data teknis tentang chip Apple yang sangat rahasia kepada perusahaan yang juga merupakan kompetitor langsung di pasar smartphone.
Restrukturisasi Internal Apple: Tim yang Menyiapkan Perubahan Ini
Ada konteks internal yang membuat laporan ini semakin menarik dan semakin bermakna.
Bersamaan dengan pengumuman Tim Cook mundur pada 20 April 2026, ada laporan terpisah tentang restrukturisasi tim hardware Apple yang kurang mendapat perhatian tapi sangat relevan:
Johny Srouji — SVP Silicon yang bertanggung jawab atas semua pengembangan chip Apple — dipromosikan menjadi Chief Hardware Officer baru yang membawahi gabungan tim hardware engineering dan hardware technologies Apple. Ini adalah perluasan wewenang yang sangat signifikan.
Dalam struktur baru ini, tim hardware dibagi menjadi lima area kunci, salah satunya adalah Silicon — yang tetap diawasi oleh Sri Santhanam, veteran Apple 18 tahun yang sudah lama berkontribusi pada pengembangan chip Apple.
Mengapa ini relevan untuk laporan diversifikasi chip hari ini? Karena restrukturisasi yang menyatukan hardware engineering dan hardware technologies di bawah satu atap adalah persis jenis struktur organisasi yang dibutuhkan untuk mengeksekusi strategi diversifikasi fabrikasi yang kompleks ini.
Mengelola hubungan dengan TSMC adalah satu hal — sudah berjalan lebih dari satu dekade dengan proses yang sudah sangat matang. Mengevaluasi, mengkualifikasi, dan pada akhirnya mengintegrasikan Intel Foundry atau Samsung Foundry sebagai mitra paralel adalah tantangan engineering dan supply chain yang jauh lebih kompleks, dan yang membutuhkan koordinasi sangat erat antara tim desain chip (Silicon) dan tim yang mengelola hubungan manufaktur (Hardware Technologies).
Struktur baru di bawah Johny Srouji sebagai CHO menciptakan koordinasi yang lebih mulus untuk menjalankan proyek diversifikasi ini.
Dampak Langsung ke iPhone: Lima Cara Laporan Ini Mempengaruhi Perangkat yang Ada di Sakumu
Ini adalah bagian yang paling penting dan paling langsung relevan untuk setiap pengguna iPhone. Dari semua konteks supply chain dan geopolitik yang sudah dibahas, apa konkret dampaknya ke iPhone?
Dampak 1: Ketersediaan iPhone 18 Pro yang (Mudah-Mudahan) Lebih Baik
Masalah supply constraint yang memengaruhi iPhone 17 adalah akibat langsung dari ketergantungan Apple pada kapasitas TSMC yang sudah sangat diperebutkan. Jika Apple berhasil mendiversifikasi produksi chip ke Intel atau Samsung — bahkan untuk sebagian kecil dari total volume yang dibutuhkan — tekanan pada kapasitas TSMC untuk chip Apple akan berkurang.
Berkurangnya tekanan = lebih banyak chip = lebih banyak iPhone yang bisa diproduksi = lebih sedikit kemungkinan situasi "demand off the charts tapi stok tidak cukup" seperti yang terjadi dengan iPhone 17.
Untuk pengguna yang berencana membeli iPhone 18 Pro September 2026: keberhasilan diversifikasi ini (bahkan sebagian) bisa berarti perbedaan antara "tersedia dalam beberapa hari" dan "pre-order yang perlu menunggu berpekan-pekan."
Dampak 2: Stabilitas Harga iPhone Jangka Panjang
Ketika Apple hanya punya satu pilihan untuk fabrikasi chip — TSMC — posisi tawar Apple dalam negosiasi harga dengan TSMC sangat terbatas. TSMC tahu bahwa Apple tidak punya pilihan lain untuk chip dengan teknologi paling canggih, dan ini memberikan TSMC leverage dalam menentukan harga.
Jika Apple berhasil mengkualifikasi Intel Foundry atau Samsung sebagai alternatif yang nyata — bahkan jika pada awalnya hanya untuk sebagian kecil volume produksi — ini secara fundamental mengubah dinamika negosiasi. TSMC akan tahu bahwa Apple punya pilihan lain, dan ini menciptakan tekanan kompetitif yang bisa membantu menahan kenaikan harga fabrikasi.
Biaya fabrikasi chip adalah salah satu komponen terbesar dari cost of goods iPhone. Jika biaya fabrikasi terkendali — atau bahkan turun — salah satu tekanan utama yang bisa mendorong harga iPhone naik akan berkurang.
Dampak 3: Keamanan Pasokan dalam Jangka Sangat Panjang
Ini adalah dampak yang paling penting secara strategis meski paling jauh dari kehidupan sehari-hari pengguna.
Satu skenario yang tidak ada yang ingin terjadi tapi yang harus diperhitungkan: apa yang terjadi dengan iPhone jika ada gangguan besar pada operasional TSMC di Taiwan? Bencana alam, gangguan pasokan listrik dan air yang dibutuhkan untuk fabrikasi, atau skenario yang jauh lebih serius?
Jika 100% chip iPhone dibuat di TSMC Taiwan, jawabannya: produksi iPhone berhenti. Tidak ada chip, tidak ada iPhone.
Jika sebagian produksi sudah berjalan di Intel (AS) dan Samsung (Korea + AS), Apple memiliki buffer yang memungkinkan produksi iPhone terus berjalan meski dalam kapasitas yang berkurang ketika ada gangguan di satu lokasi.
Untuk pengguna iPhone individual, ini mungkin terasa sangat abstrak. Tapi untuk keberlangsungan platform iPhone yang kita semua bergantung padanya — keamanan supply chain adalah fondasi yang tidak kelihatan tapi sangat penting.
Dampak 4: Made in USA iPhone yang Menjadi Kenyataan
Apple sudah mengumumkan komitmen $100 miliar untuk manufacturing di AS. Jika sebagian chip iPhone diproduksi di pabrik Intel Foundry di Arizona atau Ohio — atau di pabrik Samsung di Texas — Apple bisa secara legitimate mengklaim bahwa sebagian dari iPhone 18 atau generasi berikutnya diproduksi di tanah AS.
Ini bukan hanya tentang marketing. Ada implikasi tarif, regulasi perdagangan, dan politik yang sangat konkret. Di era di mana kebijakan perdagangan dan tarif antar AS-China bisa berubah dengan sangat cepat, memiliki sebagian produksi chip di AS memberikan Apple perlindungan terhadap tarif dan pembatasan perdagangan yang bisa sangat memengaruhi biaya produksi iPhone.
Tim Cook dalam berbagai kesempatan sudah menekankan pentingnya diversifikasi geografis dalam rantai pasokan Apple. Chip yang dibuat di AS adalah langkah konkret terbesar yang bisa Apple ambil dalam diversifikasi tersebut.
Dampak 5: Potensi Dua "Kelas" Chip dalam Satu Generasi iPhone
Ini adalah dampak yang paling kontroversial dan yang perlu dibahas dengan hati-hati.
Jika Apple mulai menggunakan dua foundry berbeda — TSMC untuk sebagian produksi dan Intel/Samsung untuk sebagian lainnya — ada pertanyaan yang sangat praktis: apakah chip yang diproduksi di foundry berbeda akan identik performanya?
Dalam teori, jika Apple menggunakan proses fabrikasi yang sama persis di semua foundry, performanya seharusnya identik. Tapi dalam praktik, setiap foundry memiliki karakteristik proses yang sedikit berbeda — yang bisa menghasilkan variasi kecil dalam performa, efisiensi daya, atau thermal behavior antar unit iPhone.
Ini sudah pernah terjadi sebelumnya. iPhone 6s tahun 2015 menggunakan chip A9 dari dua foundry berbeda — TSMC dan Samsung — dan ada laporan tentang perbedaan kecil dalam efisiensi baterai antara unit yang menggunakan chip dari masing-masing foundry. Meski perbedaannya kecil dalam penggunaan nyata, ia cukup signifikan untuk memicu diskusi panjang di komunitas Apple tentang "chip lottery" — apakah unit iPhone kamu mendapat chip TSMC atau Samsung.
Jika situasi serupa terjadi dengan chip A20 Pro dari TSMC vs chip A20 Pro dari Intel Foundry atau Samsung — kita mungkin akan menyaksikan fenomena "chip lottery" yang kembali, dengan pengguna mencoba mengetahui dari foundry mana chip di unit mereka berasal.
Mengapa Ini Masih Sangat Awal: Hambatan yang Tidak Bisa Diremehkan
Semua analisis di atas perlu dibarengi dengan pengakuan jujur tentang seberapa jauh ini masih dari kenyataan.
Bloomberg sendiri sangat eksplisit dalam menempatkan batasan pada laporan ini: "Discussions with Intel and Samsung Electronics remain at an early stage with no orders in place" — tidak ada pesanan yang sudah ditempatkan. Dan yang paling penting: "Apple has concerns about using non-TSMC technology and may not ultimately move forward with another partner."
Apple mungkin tidak jadi menggunakan Intel atau Samsung. Ini masih tahap evaluasi.
Mengapa proses ini begitu kompleks dan memakan waktu?
Kualifikasi chip adalah proses yang sangat panjang. Sebelum Apple bisa mulai memproduksi chip iPhone di foundry baru, mereka perlu menjalankan ribuan test untuk memverifikasi bahwa chip yang diproduksi di foundry tersebut memenuhi standar kualitas, performa, dan reliabilitas Apple yang sangat ketat. Proses kualifikasi ini bisa memakan waktu 1-3 tahun.
Yield rate harus dioptimasi. Fabrikasi chip canggih tidak pernah menghasilkan 100% chip yang sempurna — selalu ada persentase chip yang cacat dan harus dibuang. Mengoptimasi yield rate (persentase chip yang berhasil) membutuhkan waktu dan pengalaman yang hanya bisa didapat dengan melakukan produksi dalam volume nyata.
Desain chip harus "di-tune" untuk proses fabrikasi spesifik. Chip yang didesain untuk proses TSMC tidak bisa begitu saja diproduksi di Intel Foundry tanpa modifikasi — karakteristik transistor, routing aturan, dan parameter desain lainnya berbeda antar foundry. Apple perlu melakukan penyesuaian desain yang signifikan.
Skalabilitas adalah tantangan terbesar. Bahkan jika Intel atau Samsung bisa memproduksi chip Apple dengan kualitas yang acceptable dalam skala kecil — memproduksi ratusan juta chip per tahun yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan iPhone adalah tantangan yang sama sekali berbeda.
Konteks yang Lebih Luas: Era Baru Perang Chip Global
Laporan Bloomberg hari ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang jauh lebih besar yang sedang membentuk industri semikonduktor global.
Sejak pandemi 2020-2021 yang mengekspos kerentanan rantai pasokan chip global — kekurangan chip yang menghentikan produksi mobil, laptop, dan berbagai perangkat elektronik selama berbulan-bulan — pemerintah di seluruh dunia sudah bergerak agresif untuk membangun industri semikonduktor domestik.
CHIPS Act di AS (2022) mengalokasikan $52 miliar untuk mendukung pembangunan pabrik chip di AS — yang membantu mendanai pabrik TSMC Arizona, pabrik Intel Ohio, dan investasi Samsung di Texas.
EU Chips Act di Eropa mengalokasikan €43 miliar dengan tujuan yang sama — membangun ekosistem semikonduktor Eropa yang lebih mandiri.
Jepang menginvestasikan miliaran untuk menarik TSMC membangun pabrik di Kumamoto.
Korea Selatan mendukung ekspansi Samsung dan SK Hynix.
Dalam konteks ini, laporan bahwa Apple mempertimbangkan Intel dan Samsung sebagai alternatif TSMC bukan hanya tentang Apple mencari backup plan — ini adalah bagian dari tren yang jauh lebih besar di mana seluruh ekosistem semikonduktor global sedang berusaha mendiversifikasi dari ketergantungan yang terlalu besar pada satu kluster produksi di Taiwan.
Dan iPhone — sebagai produk konsumer yang paling bergantung pada chip tercanggih yang pernah ada — berada tepat di pusat dari transformasi ini.
Timeline: Kapan Ini Mungkin Terwujud untuk iPhone?
Berdasarkan semua yang sudah dibahas, ini adalah proyeksi realistis tentang kapan diversifikasi fabrikasi chip ini mungkin mulai terlihat hasilnya di iPhone:
2026 (iPhone 18 Pro): Hampir pasti masih 100% TSMC. Bahkan jika pembicaraan dengan Intel dan Samsung berjalan dengan baik mulai sekarang, waktu yang tersedia terlalu pendek untuk mengkualifikasi foundry baru dan memproduksi chip dalam volume yang cukup untuk iPhone 18 Pro yang dijadwalkan September 2026.
2027 (iPhone anniversary ke-20): Kemungkinan masih 100% TSMC, atau mungkin ada uji coba kecil dengan foundry alternatif untuk komponen yang tidak sekritis chip utama A-series.
2028-2029: Ini adalah timeline yang paling realistis untuk melihat diversifikasi fabrikasi yang bermakna. Jika proses kualifikasi berjalan mulai sekarang, foundry alternatif mungkin bisa memproduksi persentase kecil dari total volume chip iPhone di periode ini.
2030+: Jika diversifikasi berhasil, mungkin kita akan melihat dunia di mana sebagian meaningful dari chip iPhone diproduksi di lebih dari satu foundry.
Ini bukan timeline yang memberikan dampak ke iPhone yang akan kamu beli dalam 1-2 tahun ke depan. Tapi ini adalah investasi strategis jangka panjang yang — jika berhasil — akan membuat iPhone jauh lebih resilient terhadap guncangan supply chain di masa depan.
Apa yang Tidak Berubah: iPhone yang Kamu Pegang Tetap Prima
Di tengah semua kompleksitas supply chain, geopolitik, dan strategi korporat yang sedang terjadi di level yang sangat tinggi — ada satu hal yang tetap sama dan tetap paling relevan untuk pengguna iPhone sehari-hari:
iPhone yang kamu miliki sekarang, dalam kondisi hardware yang baik, tetap menjadi perangkat yang sama powerful dan sama capable-nya — terlepas dari apakah chip A18 atau A19 yang ada di dalamnya dibuat di TSMC Taiwan atau nantinya di Intel Ohio.
Yang paling memengaruhi pengalaman iPhone sehari-hari bukan di foundry mana chipnya dibuat, tapi apakah semua komponen hardware bekerja dengan optimal. Baterai yang sehat memastikan Neural Engine bisa berjalan pada performa penuh untuk Apple Intelligence. Komponen kamera yang berfungsi sempurna memaksimalkan kemampuan fotografi komputasional. Dan iPhone yang bisa menerima update iOS tanpa hambatan memastikan kamu mendapat semua perbaikan dan fitur baru yang Apple kirim.
Jika iPhone kamu menunjukkan tanda-tanda perlu perhatian — baterai yang tidak bertahan lama, performa yang menurun, atau masalah hardware lainnya — Forto.id adalah pusat service apple dan service iPhone terpercaya di Surabaya yang siap membantu.
Dari penggantian baterai yang memastikan chip iPhone kamu bekerja tanpa throttling daya, perbaikan komponen yang mengembalikan semua fungsi ke kondisi optimal, hingga diagnosa hardware menyeluruh — tim teknisi kami memastikan iPhone kamu dalam kondisi terbaik, apapun yang sedang terjadi di level supply chain global.
Kami juga melayani service android untuk semua brand: Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme, Google Pixel, dan banyak lagi — termasuk perangkat dengan chip Samsung Exynos yang kebetulan diproduksi oleh Samsung Foundry yang sama sedang Apple evaluasi.
Kesimpulan: Perjalanan Panjang Menuju iPhone yang Tidak Bergantung pada Satu Titik Kegagalan
Laporan Bloomberg tentang Apple yang menjajaki Intel dan Samsung sebagai alternatif TSMC adalah cerminan dari realita baru industri teknologi global: tidak ada yang terlalu besar untuk tidak terdampak oleh gangguan supply chain, dan tidak ada kemitraan yang terlalu established untuk tidak dievaluasi ulang.
Apple, dengan $11,4 miliar R&D per kuartal dan $111 miliar revenue tahunan, sudah membuktikan di earnings call terakhirnya bahwa bahkan mereka tidak kebal dari kekurangan chip yang menghambat penjualan iPhone. Respons mereka — menjajaki diversifikasi ke Intel dan Samsung — adalah langkah strategis yang benar meski implementasinya akan sangat sulit dan sangat panjang.
Untuk pengguna iPhone di Indonesia, implikasinya paling terasa dalam dua hal: ketersediaan iPhone yang mudah-mudahan lebih baik di masa depan ketika Apple tidak lagi bergantung pada satu foundry, dan stabilitas harga jangka panjang ketika Apple memiliki leverage negosiasi yang lebih baik dengan multiple mitra fabrikasi.
Perjalanan menuju diversifikasi ini baru saja dimulai. Dan WWDC 8 Juni — yang tinggal 34 hari — adalah pengingat bahwa sementara Apple sedang mengerjakan fondasi jangka panjang ini, ada juga banyak hal yang akan segera hadir: iOS 27, Siri berbasis Gemini, dan semua yang akan mendefinisikan era baru iPhone di bawah CEO John Ternus.
Pantau terus semua perkembangan supply chain iPhone, iOS 27, iPhone 18 Pro, dan semua berita terbaru Apple di blog Forto.id — pusat service HP Surabaya terpercaya yang selalu menghadirkan analisis paling mendalam dan paling kontekstual tentang teknologi yang benar-benar memengaruhi iPhone dan kehidupan digital kamu. 🔬📱🔧
Kami spesialis di bidang perbaikan kerusakan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple, iPhone, iPad , MacBook, iWacth, Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony.
Keuntungan Service di Forto Premium Gadget Repair Service Surabaya :
Mendengarkan dan memahami terlebih dahulu keluhan calon customer dengan detail.
Konsultasi dan Check-Up kerusakan secara gratis.
Pengerjaan yang transparan dan dapat dilihat langsung dalam proses pengerjaan
Pengerjaan yang relatif cepat dan bisa ditunggu dalam 15 menit – 2 jam pengerjaan.
Melakukan proses pengerjaan berdasarkan Analisa dan Observasi sesuai dengan SOP yang berlaku di Forto.id.
Harga kompetitif dengan hasil yang maksimal dan bergaransi Panjang (1 – 6 Bulan Garansi)
Untuk menjamin kepuasan pelanggan akan layanan service perbaikan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple,iphone,iPad,MacBook,iWacth,Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony Anda miliki langsung ditangani sendiri oleh teknisi berpengalaman dan profesional. Segala komponen dan peralatan yang memadai didukung ketersediaan sparepart yang original dan kami hanya membutuhkan waktu 1 jam termasuk menguji perangkat Apple Anda dengan Komponen baru setelah proses perbaikan Anda tidak perlu menunggu lama anda juga bisa melihat langsung proses pengerjaannya.
Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Manyar No.57
Ingin berkonsultasi masalah Gadget anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut:
Whatsapp : 0853-8555-7757
Instagram : @forto_id
TikTok : @forto_id
Youtube : @forto_id
Google Bisnis : Forto Premium Gadget Repair Service
HomePage : Forto.id
© 2025. Forto All rights reserved.
Social Media
BANTUAN
FAQ
Pembayaran
Garansi
Kebijakan Privacy
tanya kami
Kerusakan Gadget Anda
Claim Garansi
Ketersediaan Spareparts