Apple Menyebut Insinyur Mereka Sudah "Memecahkan" Dua Masalah Terbesar Foldable Phone — dan September 2026 Adalah Pembuktiannya! Ini Rekap Paling Lengkap tentang iPhone Ultra yang Sedang Dunia Tunggu (Analisis Mendalam Forto.id)

Ada satu kalimat dari laporan Mark Gurman di Bloomberg minggu ini yang layak dibaca lebih dari sekali: "Apple engineers believe they've solved problems with screen quality and overall durability, two....

IPHONEAPPLE

Septa

4/13/202612 min read

Ada satu kalimat dari laporan Mark Gurman di Bloomberg minggu ini yang layak dibaca lebih dari sekali:

"Apple engineers believe they've solved problems with screen quality and overall durability, two long-running flaws with phones in this category."

"Para insinyur Apple percaya mereka telah memecahkan masalah kualitas layar dan ketahanan secara keseluruhan, dua kelemahan yang sudah lama ada di kategori ini."

Kalimat itu singkat. Tapi bobotnya sangat besar — karena dua masalah yang disebutkan Gurman bukan masalah kecil yang bisa diabaikan. Mereka adalah alasan utama mengapa jutaan orang yang tertarik dengan konsep foldable phone akhirnya memilih untuk tidak membeli. Dan jika Apple benar-benar sudah memecahkan keduanya, September 2026 akan menjadi salah satu momen iPhone yang paling bermakna sejak iPhone X di 2017.

Tapi kita perlu berbicara tentang lebih dari sekadar dua masalah itu. Karena iPhone foldable yang akan datang ini — yang kini semakin kencang disebut sebagai "iPhone Ultra" — bukan produk yang lahir dari keputusan impulsif atau tekanan kompetisi semata. Ia adalah bagian dari rencana tiga tahun yang sangat terstruktur yang Apple sudah jalankan, dengan tujuan yang tidak kurang dari "mereventasikan" iPhone secara fundamental.

Forto.id merekap semuanya — dari dua masalah yang diklaim Apple sudah pecahkan, nama yang masih diperdebatkan, spesifikasi yang terkonfirmasi, harga yang mengejutkan, hingga posisi perangkat ini dalam gambaran besar strategi Apple yang jauh lebih ambisius.

Konteks Wajib: Rencana Tiga Tahun Apple untuk "Menciptakan Ulang" iPhone

Untuk memahami mengapa iPhone Ultra begitu penting, kita perlu memahami dulu rencana besar yang melatarbelakanginya.

Berdasarkan laporan Gurman di Bloomberg minggu ini, Apple sedang menjalankan rencana tiga tahun yang sistematis untuk merombak tampilan dan nuansa iPhone secara menyeluruh. Rencana ini dipimpin langsung oleh John Ternus, kepala engineering hardware Apple, yang oleh banyak analis dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple di masa depan.

Roadmap yang sudah dikonfirmasi Gurman:

September 2025 — Fase Pertama (SUDAH SELESAI ✅): iPhone 17 Pro dan Pro Max dengan desain aluminium baru yang menampilkan "plateau" — platform yang menonjol untuk sistem kamera belakang, dilengkapi area kaca Ceramic Shield untuk MagSafe. Bersamaan dengan itu, peluncuran iPhone Air — iPhone tertipis yang pernah ada sampai sekarang.

September 2026 — Fase Kedua (YANG KITA BAHAS HARI INI): iPhone foldable. Ini bukan sekadar produk baru — ini adalah eksperimen form factor paling radikal yang Apple lakukan sejak pertama kali menghapus tombol Home di iPhone X.

September 2027 — Fase Ketiga (PALING AMBISIUS): iPhone ulang tahun ke-20. Berdasarkan bocoran yang sudah ada, ini akan menjadi iPhone dengan desain "seamless" tanpa cutout apapun di layar — kamera depan berada di bawah layar, bodi dari kaca melengkung yang menyatu tanpa bezel yang terlihat. Sebuah perangkat yang, jika terwujud, akan membuat semua iPhone sebelumnya terlihat usang dalam semalam.

Tiga langkah. Tiga tahun. Tiga lompatan desain yang masing-masing lebih ambisius dari yang sebelumnya.

iPhone Ultra September ini adalah langkah kedua dari perjalanan itu. Dan ia menanggung beban harapan yang sangat berat.

Dua Masalah yang Selama Ini Membuat Orang Tidak Membeli Foldable Phone

Sebelum bisa menghargai klaim Apple bahwa mereka "sudah memecahkan" kedua masalah ini, kita perlu memahami dulu betapa nyatanya masalah-masalah tersebut di dunia nyata.

Masalah Pertama: Crease — Garis Lipatan yang Selalu Ada

Ini adalah masalah paling visual dan paling langsung terasa oleh siapapun yang pernah memegang foldable phone.

Ketika layar dilipat berulang kali, material layar mengalami tekanan berulang di titik lipatan. Hasilnya adalah crease — garis lipatan yang terlihat di tengah layar ketika perangkat dibuka penuh. Pada Samsung Galaxy Z Fold generasi awal, crease ini sangat mengganggu — terlihat jelas dalam kondisi cahaya normal, terasa ketika jari menyentuhnya, dan mengurangi impresi premium dari perangkat yang harganya sangat tinggi.

Samsung terus memperbaiki crease dengan setiap generasi — dari Fold 1 yang creasenya sangat terasa, sampai Fold 7 hari ini yang sudah jauh lebih baik tapi masih belum bisa dibilang "tidak ada." Kompetitor lain seperti Google Pixel Fold dan OnePlus Open menghadapi tantangan yang sama, dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi.

Crease bukan masalah estetika semata. Ini adalah pertanda bahwa layar mengalami tekanan mekanis berulang di titik yang sama — dan dalam jangka panjang, ini berpotensi menjadi titik kegagalan. Seberapa banyak lipatan sebelum panel layar mulai retak atau kehilangan responsivitas? Ini adalah pertanyaan yang masih relevan bahkan di generasi foldable terbaru.

Apa yang Apple klaim: Gurman melaporkan bahwa crease di iPhone Ultra akan "less visible when it's unfolded" dibanding foldable lain. Teknologi yang digunakan mencakup dual-layer ultra-thin glass (UTG/UFG) — dua lapisan kaca ultra-tipis yang membungkus panel layar dari atas dan bawah, mendistribusikan tekanan lipatan lebih merata sehingga crease tidak terkonsentrasi di satu titik.

Secara terpisah, bocoran awal dari Ming-Chi Kuo dan Digital Chat Station (leaker Weibo dengan 3+ juta followers yang track record-nya akurat) menyebut layar dalam akan "hampir tidak ada crease yang terlihat" — dengan satu laporan menyebut Apple mengejar eliminasi crease "regardless of cost" dan berhasil mengembangkan "material property baru" yang membuat crease menghilang.

Ada sedikit ketegangan antara dua klaim ini — Kuo yang lebih optimistis vs Gurman yang lebih hati-hati. Yang paling mungkin: crease memang ada tapi jauh lebih tidak terlihat dari kompetitor mana pun saat ini.

Masalah Kedua: Durabilitas — Seberapa Lama Foldable Bertahan?

Masalah kedua lebih tersembunyi tapi tidak kalah serius: seberapa tahan foldable phone terhadap penggunaan sehari-hari?

Engsel adalah komponen yang paling mengkhawatirkan. Sebuah hinge mekanis yang membuka dan menutup ratusan kali per hari, setiap hari, selama 3-5 tahun kepemilikan — itu adalah puluhan ribu siklus lipatan. Apakah hinge tersebut akan tetap mulus, rapat, dan presisi setelah semua itu?

Kemudian ada masalah debu dan kotoran. Layar lipat memiliki celah di area hinge yang tidak ada di iPhone konvensional — celah yang bisa menjadi jalan masuk bagi partikel kecil yang berpotensi merusak layar dari dalam atau memperburuk crease.

Lalu ada soal ketahanan terhadap air. iPhone Pro saat ini memiliki rating IP68 — tahan air di kedalaman 6 meter selama 30 menit. Foldable phone dengan mekanisme hinge yang kompleks jauh lebih sulit mendapat rating yang sama. Banyak foldable yang sudah ada memiliki rating IPX8 yang lebih rendah.

Apa yang Apple klaim dan siapkan: Apple menggunakan hinge yang menggabungkan Liquidmetal dan titanium— kombinasi material yang memberikan kekuatan dan ketahanan korosif yang jauh melebihi hinge konvensional. Liquidmetal adalah material amorf yang tidak memiliki struktur kristal seperti logam biasa, memberikannya ketahanan terhadap deformasi yang sangat tinggi.

Dari sisi dimensi, iPhone Ultra diklaim akan setipis 4,5mm ketika terbuka — menjadikannya salah satu foldable tertipis yang pernah ada. Mencapai ketipisan itu sambil mempertahankan hinge yang cukup kuat untuk ribuan siklus lipatan adalah tantangan engineering yang sangat signifikan. Klaim Gurman bahwa Apple percaya mereka sudah memecahkan masalah durabilitas mengisyaratkan bahwa hinge ini sudah melewati pengujian yang sangat ketat.

Nama "iPhone Ultra": Dari Mana Datangnya dan Seberapa Kredibel?

Ini adalah salah satu perkembangan paling menarik dari seminggu terakhir: sebuah leaker di Weibo dengan nama Digital Chat Station — yang memiliki lebih dari tiga juta follower dan rekam jejak yang cukup akurat dalam membocorkan informasi Apple — mengklaim bahwa foldable iPhone ini tidak akan disebut "iPhone Fold" seperti yang selama ini diasumsikan komunitas, melainkan "iPhone Ultra".

Klaim ini langsung memicu perdebatan panjang di forum-forum Apple, karena nama "Ultra" memiliki implikasi yang sangat berbeda dari "Fold":

Argumen yang mendukung nama "iPhone Ultra":

Apple sudah menggunakan branding "Ultra" untuk produk-produknya yang paling premium dan paling ambisius — Apple Watch Ultra, CarPlay Ultra, chip M1 Ultra dan M3 Ultra. Gurman sendiri melaporkan di bulan Maret bahwa Apple sedang mempertimbangkan branding "Ultra" untuk MacBook OLED dengan layar sentuh dan model AirPods masa depan dengan kamera. Jika "Ultra" sudah menjadi label konsisten Apple untuk produk paling premium dan paling berteknologi tinggi di setiap kategori, menamakan foldable iPhone pertama mereka sebagai "iPhone Ultra" sangat logis.

Argumen yang meragukan:

Nama "Ultra" biasanya Apple gunakan untuk mengindikasikan "versi paling kuat dari sesuatu yang sudah ada." Tapi iPhone Ultra/Fold ini bukan "iPhone yang lebih kuat" — ini adalah kategori yang sama sekali berbeda. Namanya "Ultra" bisa membingungkan pengguna yang mengira ini adalah versi yang lebih baik dari iPhone 18 Pro Max, padahal form factor-nya fundamental berbeda.

Ada yang mengusulkan nama "iPhone Duo" — referensi ke MagSafe Duo dan deskripsi tentang dua layar — sebagai nama yang lebih akurat secara konseptual. Ada juga yang berargumen Apple mungkin akan memilih nama yang benar-benar tidak terduga, seperti yang terjadi dengan "MacBook Neo" yang tidak ada yang prediksi sebelum pengumuman.

Kenyataannya: tidak ada yang tahu nama pastinya sampai Apple mengumumkan sendiri di September. Yang kita tahu adalah nama "Fold" semakin jarang disebut, dan "Ultra" semakin sering muncul dari sumber-sumber yang cukup terpercaya.

Spesifikasi Lengkap: Semua yang Terkonfirmasi Sejauh Ini

Menggabungkan semua bocoran dari Gurman, Ming-Chi Kuo, Digital Chat Station, dan sumber supply chain lainnya, ini adalah gambaran teknis paling lengkap yang bisa disusun hari ini:

Layar Dalam (Inner Display): Sekitar 7,7 hingga 7,8 inci dalam rasio aspek 4:3 — hampir identik dengan iPad mini, tapi dalam sebuah smartphone yang bisa dilipat masuk saku. Panel OLED dari Samsung Display yang merupakan pemasok eksklusif berdasarkan perjanjian tiga tahun yang sudah dikonfirmasi. Teknologi dual-layer UTG/UFG untuk meminimalkan crease.

Layar Luar (Cover Display): Sekitar 5,3 hingga 5,5 inci — cukup besar untuk digunakan nyaman sebagai smartphone biasa tanpa perlu membuka lipatan.

Dimensi: Setipis 4,5mm ketika terbuka — ini adalah salah satu angka yang paling mengesankan, karena sebagian besar foldable kompetitor jauh lebih tebal bahkan ketika terbuka penuh.

Chip: A20 — chip yang sama dengan yang akan hadir di iPhone 18 Pro. Tidak ada kompromi di sisi komputasi.

Autentikasi: Touch ID terintegrasi di tombol power. Face ID tidak hadir karena sensor TrueDepth membutuhkan ruang yang tidak tersedia di form factor setipis ini — sebuah trade-off yang sudah diakui Apple dan diperkuat oleh Ming-Chi Kuo.

Kamera: Dua lensa kamera belakang, satu kamera di cover screen, satu kamera di dalam layar (under-display). Tidak ada lensa telefoto ketiga — juga trade-off dari ketipisan desain.

Konektivitas: eSIM only — tidak ada slot SIM fisik. Ini konsisten dengan arah Apple yang sudah menghapus SIM fisik di model-model tertentu sebelumnya.

Harga: Gurman mengkonfirmasi akan "melampaui threshold $2,000" di AS. Jika dimulai dari $1,999, dengan storage 2TB bisa mencapai $2,799 — mengikuti pola harga yang sama dengan iPhone 17 Pro Max. Ini menjadikan iPhone Ultra sebagai iPhone termahal yang pernah dijual Apple.

Mengapa Apple Menunggu Begitu Lama — dan Mengapa Penantian Itu Justru Menjadi Keunggulan

Samsung meluncurkan Galaxy Z Fold pertama di 2019. Tujuh tahun kemudian, Apple baru akan merilis foldable pertama mereka. Di komunitas teknologi, tujuh tahun adalah waktu yang sangat lama — dan pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa Apple menunggu begitu lama?

Jawabannya ada di kalimat Gurman: "two long-running flaws."

Apple tidak mau merilis produk yang punya masalah mendasar. Bukan karena perfeksionisme yang berlebihan, tapi karena sejarah menunjukkan bahwa reputasi Apple sangat bergantung pada pengalaman pertama pengguna dengan produk baru. Ketika orang pertama kali memegang iPhone baru, pengalaman itu harus "wow" — bukan "oke, tapi ada crease-nya" atau "lumayan, tapi hinge-nya terasa rapuh."

Selama bertahun-tahun, Apple mengamati foldable Android berkembang, mencatat masalah-masalah yang tidak bisa dieleminasi secara memuaskan, dan memilih untuk tidak masuk sampai mereka punya jawaban yang convincing untuk kedua masalah tersebut.

Ini adalah pola yang berulang dalam sejarah Apple. Mereka bukan yang pertama membuat smartphone — tapi iPhone mengubah industri. Mereka bukan yang pertama membuat smartwatch — tapi Apple Watch mendefinisikan kategori itu. Mereka bukan yang pertama membuat TWS earbuds — tapi AirPods menciptakan standar baru.

Apakah iPhone Ultra akan mengikuti pola itu? Itu adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu dan oleh para pengguna yang akan memegangnya pertama kali di September.

Reaksi Pasar yang Sudah Terpolarisasi: Dua Kubu yang Sangat Berbeda

Menarik untuk mencermati reaksi komunitas terhadap berita ini. Komentar-komentar di forum MacRumors mengungkapkan polarisasi yang sangat jelas:

Di satu sisi, ada antusiasme yang tulus. Salah satu komentar yang mendapat banyak upvote datang dari pengguna yang sudah menggunakan Samsung Fold selama bertahun-tahun: "Saya punya Fold 4 selama 2 tahun, masih terlihat baru ketika saya tukar tambah ke Fold 6. Sekarang punya Fold 7. Dalam perjalanan singkat, sekarang saya hanya bawa HP dan tinggalkan MacBook Pro di rumah. Sempat nervous pertama kali mencoba, tapi berhasil dengan sangat baik."

Di sisi lain, ada skeptisisme yang juga sangat valid. Satu komentar yang paling sering dikutip: "Rasanya seperti mereka menciptakan iPhone terburuk yang bisa dilipat menjadi iPad terburuk, dengan harga melebihi gabungan iPhone 17 Pro dan iPad Air."

Dan ada juga yang langsung ke inti masalah: "Kenapa Tim percaya crease membuat perangkat tidak layak pakai tapi notch tidak apa-apa?" — pertanyaan yang menarik secara filosofis tentang toleransi Apple terhadap trade-off desain.

Semua perspektif ini valid. Foldable phone secara fundamental adalah trade-off — kamu mendapat layar yang lebih besar dan fungsionalitas yang lebih kaya, tapi dengan perangkat yang lebih tebal, lebih berat ketika terlipat, dan dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Apakah trade-off itu worth it? Jawaban yang jujur adalah: tergantung pada bagaimana kamu menggunakan smartphone sehari-hari. Bagi yang sering menonton video, bekerja dengan dokumen, atau multitasking berat di layar kecil — mungkin sangat worth it. Bagi yang cukup puas dengan iPhone standar dan tidak membutuhkan layar ekstra besar — mungkin tidak perlu.

iPhone Ultra vs Kompetitor: Di Mana Apple Akan Berbeda?

Menempatkan iPhone Ultra dalam konteks kompetitor memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang Apple hadapi dan apa yang mereka tawarkan:

Samsung Galaxy Z Fold 7 (kompetitor langsung): Samsung sudah tujuh generasi mengembangkan Galaxy Z Fold — dengan setiap generasi membawa perbaikan inkremental di crease, durabilitas, dan ketipisan. Fold 7 adalah produk yang sangat matang. Tapi Apple masuk dengan keunggulan ekosistem yang tidak bisa Samsung tandingi: integrasi dengan iMessage, FaceTime, Apple Watch, AirPods, Apple Intelligence, dan seluruh layanan Apple yang sudah digunakan pengguna iPhone bertahun-tahun.

Google Pixel 9 Fold: Google menawarkan integrasi AI yang paling matang di Android — tapi di luar ekosistem Apple. Bagi yang sudah bertahun-tahun hidup di ekosistem Apple, pindah ke Pixel Fold berarti meninggalkan banyak hal.

Keunggulan iPhone Ultra yang tidak bisa ditiru:

Pertama, iOS 27 yang dioptimalkan dari awal untuk form factor ini — bukan adaptasi dari OS yang dirancang untuk layar tunggal, tapi OS yang sejak awal dirancang mempertimbangkan keberadaan layar yang bisa berubah ukuran. Side-by-side apps, interface yang berubah ketika dilipat/dibuka, adalah bagian dari DNA iOS 27, bukan add-on.

Kedua, Apple Intelligence on-device yang semakin canggih — dan yang semakin relevan ketika layar yang lebih besar memungkinkan interaksi AI yang lebih kaya dan lebih produktif.

Ketiga, ekosistem aksesori MagSafe yang sudah sangat mature — meski ada pertanyaan tentang bagaimana MagSafe akan beradaptasi dengan form factor foldable.

Timeline dan Ketersediaan: Apa yang Perlu Disiapkan

September 2026 — Pengumuman bersama iPhone 18 Pro dan Pro Max di Apple Event tahunan.

Setelah September — Pengiriman ke pelanggan. Gurman memperkirakan pengiriman iPhone Ultra akan "sedikit setelah" iPhone 18 Pro — bukan bersamaan. Artinya kemungkinan Oktober atau November 2026 untuk unit pertama sampai ke tangan pelanggan.

Trial production di Foxconn sudah dimulai berdasarkan laporan leaker Instant Digital. Mass production dijadwalkan mulai Juli 2026 — memberikan waktu yang cukup untuk membangun stok sebelum pengiriman.

Pre-order kemungkinan dibuka segera setelah pengumuman September — dan berdasarkan antisipasi yang sudah terbentuk, harapkan pre-order yang habis dalam hitungan jam untuk pengiriman awal.

Untuk Siapa iPhone Ultra Ini?

Pertanyaan yang paling praktis: apakah kamu perlu mempertimbangkan iPhone Ultra untuk dirimu sendiri?

Sangat relevan jika kamu: Sering menggunakan iPhone dan iPad secara bergantian dan ingin menyederhanakan menjadi satu perangkat. Sering menonton video, membaca dokumen panjang, atau bekerja dengan spreadsheet/presentasi di layar ponsel yang terasa terlalu kecil. Bepergian dengan sering dan ingin membawa sesedikit mungkin perangkat. Sudah penasaran dengan foldable phone tapi menunggu "versi yang tepat."

Mungkin belum perlu jika kamu: Puas dengan iPhone Pro Max yang ada dan tidak merasa layar 6,9 inci tidak cukup. Tidak suka dengan perangkat yang lebih tebal ketika terlipat dibanding iPhone standar. Memiliki budget yang lebih terbatas — $2,000+ adalah komitmen finansial yang signifikan. Ingin menunggu untuk melihat bagaimana crease dan durabilitas bertahan setelah 6-12 bulan penggunaan nyata.

Persiapkan iPhone Kamu Sekarang — Entah untuk Upgrade atau untuk Bertahan Lebih Lama

Pengumuman iPhone Ultra September ini akan menciptakan salah satu situasi paling menarik dalam sejarah iPhone: apakah kamu akan upgrade ke perangkat yang sama sekali berbeda, atau memilih untuk bertahan dengan iPhone yang ada karena sadar iPhone Ultra belum untuk semua orang?

Apapun keputusanmu, satu hal yang selalu relevan: iPhone yang kamu miliki sekarang harus dalam kondisi sebaik mungkin.

Jika kamu berencana upgrade ke iPhone Ultra, iPhone lama kamu perlu dalam kondisi prima untuk mendapat nilai trade-in terbaik — yang langsung mengurangi biaya perangkat baru yang harganya akan menembus $2,000.

Jika kamu memutuskan untuk tidak upgrade sekarang dan mempertahankan iPhone yang ada, ia perlu dalam kondisi yang bisa bertahan dengan baik selama 1-2 tahun ke depan — sampai kamu benar-benar siap untuk membuat keputusan upgrade.

Forto.id adalah pusat service apple dan service iPhone terpercaya di Surabaya. Dari penggantian baterai yang memulihkan daya tahan iPhone kamu, perbaikan layar yang memastikan tampilan tetap jernih, hingga diagnosa hardware menyeluruh — tim teknisi kami siap memastikan iPhone kamu dalam kondisi terbaik, apapun keputusan upgrade yang kamu buat di September nanti.

Kami juga melayani service android untuk semua brand: Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme, Google Pixel, termasuk berbagai seri Galaxy Z Fold dan Z Flip bagi kamu yang sudah lebih dulu menikmati dunia foldable.

Kesimpulan: Titik Tengah dari Rencana yang Sangat Ambisius

iPhone Ultra September 2026 adalah lebih dari sekadar "iPhone baru." Ia adalah bukti dari rencana yang sudah Apple susun dengan sangat hati-hati selama bertahun-tahun — rencana untuk tidak sekadar bersaing di kategori foldable, tapi untuk mendefinisikan ulang apa yang foldable phone seharusnya terasa dan bekerja.

Dua masalah yang diklaim Apple sudah pecahkan — crease dan durabilitas — adalah masalah nyata yang sudah bertahun-tahun menghalangi adopsi foldable secara luas. Jika klaim itu terbukti di dunia nyata, iPhone Ultra bisa menjadi momen yang mengubah pasar foldable seperti halnya iPhone pertama mengubah pasar smartphone di 2007.

Tapi antara klaim dan realitas, selalu ada jarak. Dan jarak itulah yang akan diukur oleh para pengguna pertama yang memegang iPhone Ultra di tangan mereka — entah itu kamu, teman kamu, atau reviewer teknologi favorit kamu — ketika September 2026 akhirnya tiba.

Pantau terus perkembangan terbaru iPhone Ultra, iPhone 18 Pro, dan semua berita paling update tentang Apple di blog Forto.id — pusat service HP Surabaya terpercaya yang selalu menghadirkan analisis mendalam tentang teknologi yang benar-benar memengaruhi pilihan dan kehidupan digital kamu. 📱🔧✨

Kami spesialis di bidang perbaikan kerusakan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple, iPhone, iPad , MacBook, iWacth, Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony.

Keuntungan Service di Forto Premium Gadget Repair Service Surabaya :

  • Mendengarkan dan memahami terlebih dahulu keluhan calon customer dengan detail.

  • Konsultasi dan Check-Up kerusakan secara gratis.

  • Pengerjaan yang transparan dan dapat dilihat langsung dalam proses pengerjaan

  • Pengerjaan yang relatif cepat dan bisa ditunggu dalam 15 menit – 2 jam pengerjaan.

  • Melakukan proses pengerjaan berdasarkan Analisa dan Observasi sesuai dengan SOP yang berlaku di Forto.id.

  • Harga kompetitif dengan hasil yang maksimal dan bergaransi Panjang (1 – 6 Bulan Garansi)

Untuk menjamin kepuasan pelanggan akan layanan service perbaikan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple,iphone,iPad,MacBook,iWacth,Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony Anda miliki langsung ditangani sendiri oleh teknisi berpengalaman dan profesional. Segala komponen dan peralatan yang memadai didukung ketersediaan sparepart yang original dan kami hanya membutuhkan waktu 1 jam termasuk menguji perangkat Apple Anda dengan Komponen baru setelah proses perbaikan Anda tidak perlu menunggu lama anda juga bisa melihat langsung proses pengerjaannya.

Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Manyar No.57

Ingin berkonsultasi masalah Gadget anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut: