Astronot NASA Merekam Momen yang Belum Pernah Ada Sebelumnya dalam Sejarah Manusia — Bumi "Tenggelam" di Balik Bulan, Direkam dengan iPhone 17 Pro Max dari Jarak 400.000 Kilometer! Ini adalah "Shot on iPhone" Paling Bersejarah yang Pernah Ada (Analisis Mendalam Forto.id)

Minggu, 19 April 2026. Commander Reid Wiseman — astronot NASA yang memimpin misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun — memposting sebuah video di akun X-nya....

IPHONEAPPLE

Septa

4/21/202613 min read

Minggu, 19 April 2026. Commander Reid Wiseman — astronot NASA yang memimpin misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun — memposting sebuah video di akun X-nya dengan keterangan yang langsung membekukan siapapun yang membacanya:

"Only one chance in this lifetime…"

"Hanya satu kesempatan dalam seumur hidup ini…"

"Like watching sunset at the beach from the most foreign seat in the cosmos, I couldn't resist a cell phone video of Earthset."

"Seperti menonton matahari terbenam di pantai dari tempat duduk paling asing di alam semesta, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak merekam video ponsel dari Earthset."

Dalam 53 detik video yang kemudian menghiasi media-media teknologi dan sains dari seluruh dunia, kita menyaksikan sesuatu yang dalam sejarah umat manusia belum pernah ada sebelumnya: Bumi yang perlahan tenggelam di balik cakrawala Bulan — rekaman bergerak yang jernih, stabil, dan menggetarkan, diambil dari jendela menghubungkan modul di pesawat Orion yang sedang mengorbit sisi jauh Bulan.

Dan alat yang digunakan untuk merekamnya bukan kamera profesional senilai ratusan juta rupiah. Bukan peralatan khusus yang dirancang oleh NASA untuk penggunaan luar angkasa. Bukan drone luar angkasa dengan stabilizer gyroscopic yang canggih.

Ia adalah iPhone 17 Pro Max — perangkat yang sama yang ada di kantong jutaan orang di seluruh dunia hari ini, termasuk mungkin di kantongmu.

"Earthset": Momen yang Hanya Bisa Disaksikan oleh Segelintir Manusia di Sepanjang Sejarah

Sebelum kita membahas teknologi yang memungkinkan rekaman bersejarah ini, ada baiknya kita berhenti sejenak untuk benar-benar memahami apa yang kita saksikan dalam video tersebut — karena ia lebih bermakna dari sekadar footage yang cantik.

"Earthset" adalah istilah analog dari "sunset" — tapi alih-alih Matahari yang tenggelam di bawah cakrawala Bumi, yang tenggelam adalah Bumi di balik cakrawala Bulan. Fenomena ini hanya bisa disaksikan dari satu tempat: orbit di sisi jauh Bulan, atau dari permukaan sisi jauh Bulan itu sendiri — sisi yang secara permanen menghadap menjauh dari Bumi karena rotasi Bulan yang terkunci secara gravitasional dengan revolusinya.

Dalam seluruh sejarah umat manusia, hanya segelintir orang yang pernah berada di posisi yang memungkinkan mereka menyaksikan Earthset secara langsung — para astronot misi Apollo yang mengorbit Bulan antara 1968 dan 1972. Sejak Apollo 17 kembali ke Bumi pada Desember 1972, tidak ada manusia yang berada cukup dekat dengan Bulan untuk menyaksikan fenomena ini selama lebih dari lima dekade.

Artemis II adalah misi berawak pertama ke sekitar Bulan sejak 1972. Dan Commander Wiseman memilih untuk merekam Earthset bukan dengan kamera Nikon D5 yang juga tersedia di kabin — tapi dengan iPhone 17 Pro Max yang ia pegang di tangan.

Konteks Lengkap: Perjalanan 10 Hari yang Mengubah Sejarah

Untuk memahami sepenuhnya betapa berartinya video ini, kita perlu memahami keseluruhan perjalanan misi Artemis II — termasuk semua yang sudah terjadi sebelum video Earthset ini diposting.

1 April 2026: Roket Space Launch System (SLS) NASA melesatkan pesawat Orion ke luar angkasa dari Kennedy Space Center, Florida. Di dalam Orion: empat astronot — Commander Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Mission Specialist Christina Koch (semuanya dari NASA), dan Mission Specialist Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency.

Ini adalah misi bersejarah dalam banyak dimensi: pertama kali manusia melampaui orbit rendah Bumi sejak Apollo 17 di 1972. Pertama kali pilot Black American melakukan penerbangan ke Bulan (Victor Glover). Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang wanita — Christina Koch — menjadi bagian dari kru yang terbang ke sekitar Bulan.

2 April 2026 — Hari Kedua Misi: Commander Wiseman mengambil foto pertama yang akan membuat dunia terdiam — selfie kru dengan Bumi mengambang di latar belakang, diambil dengan kamera depan iPhone 17 Pro Max dari jendela kabin utama Orion. Foto yang memperlihatkan Bumi seperti bola biru yang menggantung di kegelapan total.

6 April 2026 — Hari Keenam, Lunar Flyby: Inilah puncak misi. Orion menyelesaikan manuver flyby yang membawa kru melewati sisi jauh Bulan — sisi yang secara permanen menghadap menjauh dari Bumi, sisi yang tidak pernah terlihat dari permukaan Bumi, sisi yang permukaan bertopografi lebih kasar dan lebih banyak kawah dibanding sisi yang menghadap Bumi.

Selama tujuh jam yang luar biasa, kru bergiliran di shift observasi di jendela-jendela Orion — mengganti lensa, menyebut nama-nama fitur permukaan Bulan, dan mengabadikan gambar sebanyak mungkin dari dekat yang belum pernah dicapai oleh mata manusia dalam 54 tahun. Di saat inilah Earthset terjadi. Dan di saat inilah Reid Wiseman mengambil iPhone-nya.

10 April 2026: Orion mendarat di Samudra Pasifik di lepas pantai San Diego. Misi selesai. Kru selamat. Dan umat manusia kembali ke Bulan — untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.

Video 53 Detik yang Mengguncang Internet

Wiseman tidak memposting video Earthset-nya segera setelah misi selesai. Ia memilih untuk berbagi pada Minggu, 19 April 2026 — sembilan hari setelah splashdown, ketika kru sudah ada di Bumi dan ada waktu untuk merenungkan apa yang baru saja terjadi.

Detail teknis dari video yang ia bagikan sangat menarik:

Durasi: 53 detik. Cukup singkat untuk dilihat berulang kali. Cukup panjang untuk merasakan perlahan-lahannya Bumi tenggelam di balik permukaan Bulan.

Lokasi pengambilan: Jendela docking hatch di Orion — jendela khusus yang digunakan untuk prosedur penambatan, yang memberikan sudut pandang tertentu ke luar pesawat.

Zoom yang digunakan: 8x — persis seperti yang Wiseman catat dalam keterangan videonya: "this is uncropped, uncut with 8x zoom which is quite comparable to the view of the human eye."

Kualitas: Dalam beberapa detik pertama, terlihat iPhone mencoba melakukan autofocus saat Wiseman beralih ke mode 8x zoom. Kemudian, dalam sisa 50+ detik video, gambar menjadi jernih dan stabil — memperlihatkan detail kawah-kawah di permukaan Bulan dengan sangat jelas sementara Bumi perlahan-lahan menghilang di balik cakrawala.

Yang terdengar di latar belakang: "You can hear the shutter on the Nikon as @Astro_Christina is hammering away on 3-shot brackets," tulis Wiseman. Suara shutter Nikon — kamera profesional yang Christina Koch gunakan bersamaan untuk mengambil foto bracket exposure dari Earthset yang sama — terdengar berirama di audio video, menciptakan kontras yang sangat menggugah antara kamera profesional dan smartphone yang keduanya mengabadikan momen yang sama dari tempat yang sama.

Di komentar di X, Wiseman menambahkan detail tentang keterbatasan fisiknya saat merekam: "I could barely see the Moon through the docking hatch window, but the iPhone was the perfect size to catch the view." Bukan kamera besar yang muat di ruang sempit jendela docking. iPhone, dengan dimensinya yang ramping dan kompak, bisa ditekan ke jendela dan menangkap pemandangan yang bahkan mata Wiseman sendiri kesulitan melihat dengan jelas.

Perbandingan yang Menggetarkan: Earthrise 1968 vs Earthset 2026

Tidak ada yang membahas Earthset ini tanpa menyebut salah satu foto paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia: Earthrise.

24 Desember 1968. Astronot Bill Anders dari misi Apollo 8 — misi pertama manusia yang mengorbit Bulan — mengangkat kamera Hasselblad 500EL dengan film Kodak Ektachrome ke jendela kapsul Command Module dan menekan tombol shutter. Hasilnya adalah foto yang kemudian dinamai "Earthrise" — Bumi, berwarna biru cerah dan dihiasi awan putih, muncul di atas cakrawala abu-abu permukaan Bulan, berlatar belakang kegelapan total luar angkasa.

Earthrise menjadi salah satu foto paling berpengaruh dalam sejarah — tidak hanya karena keindahannya, tapi karena dampak emosional dan politisnya. Banyak sejarawan lingkungan yang mengaitkan gerakan lingkungan modern, perayaan Earth Day pertama di 1970, dan kesadaran global tentang kerapuhan Bumi sebagai satu-satunya rumah manusia dengan dampak dari foto Earthrise.

6 April 2026. Christina Koch dari misi Artemis II mengambil foto Earthset — Bumi menghilang di balik cakrawala Bulan. NASA sendiri menyebut foto-foto Earthset Koch sebagai sesuatu yang "reminiscent of the iconic Earthrise image taken by astronaut Bill Anders 58 years earlier as the Apollo 8 crew flew around the Moon."

Dan Commander Reid Wiseman merekam momen yang sama — tapi dalam format video, dengan iPhone 17 Pro Max, sebagai rekaman bergerak pertama dari Earthset yang pernah diambil oleh manusia.

Antara dua momen itu: 58 tahun. Antara kamera Hasselblad 500EL dengan film analog dan iPhone 17 Pro Max yang muat di saku celana: hampir enam dekade inovasi teknologi kamera yang pada akhirnya membawa kemampuan setara ke dalam perangkat yang dibawa astronot sebagai "kamera personal" mereka.

Bagaimana iPhone Bisa Ada di Luar Angkasa: Perjalanan Kualifikasi NASA

Ini adalah bagian dari cerita yang tidak banyak diketahui publik — bagaimana iPhone 17 Pro Max bisa resmi dibawa ke misi luar angkasa NASA.

Februari 2026, sebulan sebelum misi Artemis II diluncurkan, NASA secara resmi mengumumkan bahwa iPhone telah "fully qualified for extended use in orbit" — artinya sudah melalui serangkaian pengujian ketat yang memastikan perangkat bisa berfungsi dengan aman dalam lingkungan luar angkasa.

Lingkungan luar angkasa di dalam kabin Orion sangat berbeda dari lingkungan di Bumi. Beberapa tantangan yang harus dihadapi perangkat elektronik di luar angkasa:

Radiasi. Di luar pelindung magnetosfer Bumi, radiasi kosmik dan partikel dari Matahari jauh lebih intens. Komponen semikonduktor dalam smartphone sangat rentan terhadap kerusakan radiasi — terutama pada penerbangan yang melampaui orbit rendah Bumi seperti Artemis II yang pergi ke sekitar Bulan.

Fluktuasi suhu ekstrem. Di luar angkasa, sisi perangkat yang menghadap Matahari bisa mencapai suhu yang sangat tinggi, sementara sisi yang dalam bayangan bisa turun drastis. Manajemen termal di dalam kabin Orion mengontrol ini, tapi tetap ada tantangan.

Mikrogravitasi. Tanpa gravitasi, fluida dalam baterai berperilaku berbeda. Ada kekhawatiran tentang degassing atau kebocoran elektrolit yang bisa menjadi masalah di lingkungan tertutup kabin.

EMI (Electromagnetic Interference). Perangkat elektronik konsumer tidak dirancang untuk beroperasi di dekat sistem avionik dan komunikasi pesawat luar angkasa. Apple perlu membuktikan bahwa iPhone tidak akan menginterferensi sistem kritis Orion.

Bahwa iPhone 17 Pro Max berhasil melewati semua pengujian ini adalah pencapaian yang tidak sepele — dan menjadi alasan mengapa setiap kru Artemis II dilengkapi dengan iPhone 17 Pro Max sebagai perangkat foto dan video personal mereka.

Mengapa iPhone, Bukan Pixel atau Galaxy?

Pertanyaan yang sangat wajar muncul — dan komentar di forum MacRumors pun menangkapnya: mengapa NASA memilih iPhone, bukan Google Pixel atau Samsung Galaxy yang juga merupakan smartphone flagship dengan kamera terbaik di kelasnya?

Jawabannya kemungkinan mencakup beberapa faktor yang sangat konkret:

Track record ekosistem yang established. NASA sudah memiliki sejarah panjang menggunakan berbagai perangkat Apple dalam misi-misi mereka — iPad sudah digunakan di ISS selama bertahun-tahun. Ekosistem manajemen device Apple Enterprise, dengan MDM (Mobile Device Management) yang matang, memudahkan NASA mengkonfigurasi dan mengelola perangkat dengan kebijakan yang dibutuhkan untuk misi luar angkasa.

Konsistensi software yang terpercaya. iOS adalah sistem operasi yang sangat terkontrol oleh Apple — tidak ada variasi hardware yang tidak terduga, tidak ada fragmentasi software yang bisa menyebabkan perilaku tidak terduga dalam kondisi kritis. Untuk NASA, predictability adalah nilai yang sangat penting.

Kualitas kamera yang terbukti. iPhone 17 Pro Max membawa sistem kamera dengan reputasi yang sangat kuat untuk kualitas dan konsistensi dalam kondisi pencahayaan yang sangat bervariasi — termasuk kondisi ekstream seperti pencahayaan matahari langsung vs kegelapan total luar angkasa.

Durabilitas yang proven. Kaca Ceramic Shield di layar iPhone dan build quality keseluruhan memberikan ketahanan yang konsisten — faktor penting di lingkungan di mana mengganti perangkat yang rusak bukan pilihan.

Dan yang paling sederhana: seperti yang dicatat salah satu komentar forum MacRumors yang mendapat banyak upvote — "I choose to believe that iPhones were tested and found to be the better choice compared to Google Pixels and Samsung Galaxy devices."

Analisis Kamera: Apa yang Membuat 8x Zoom iPhone Bisa Menangkap Ini

Detail teknis yang paling menarik dari video Earthset adalah bahwa Wiseman memilih zoom 8x — dan menyebut bahwa pada zoom tersebut, pandangan yang dihasilkan "quite comparable to the view of the human eye."

Ini adalah penilaian dari seseorang yang benar-benar berada di sana, melihat Earthset dengan mata kepalanya sendiri dan kemudian melihat hasil rekaman iPhone. Dan penilaiannya adalah: iPhone di 8x memberikan representasi yang akurat dari apa yang ia lihat secara langsung.

iPhone 17 Pro Max memiliki sistem kamera belakang tiga lensa:

Lensa Fusion utama 48MP dengan aperture f/1.78. Lensa ultrawide 48MP dengan aperture f/2.2 dan sudut pandang 120°. Dan yang paling relevan untuk video Earthset: lensa Tetraprism Telephoto 12MP dengan aperture f/2.8 yang mendukung 5x optical zoom dan kemampuan 8x optical-quality zoom — yang Apple sebut sebagai "telephoto terpanjang yang pernah ada di iPhone."

8x optical-quality zoom pada jarak 400.000+ kilometer dari Bumi menghasilkan footage yang memperlihatkan detail kawah individual di permukaan Bulan dengan sangat jelas, sementara Bumi yang tampak dalam video tetap memiliki detail yang bisa dikenali — benua, awan, batas antara siang dan malam di permukaan Bumi.

Ini bukan magic. Ini adalah kombinasi dari optical hardware yang sangat canggih yang diperkecil ke dalam form factor yang muat di saku, dikombinasikan dengan komputasi fotografi yang bekerja tanpa henti di balik setiap frame yang direkam.

Momen di Dalam Kabin: Gambaran yang Lebih Lengkap

Detail yang paling manusiawi dari seluruh cerita ini mungkin ada di keterangan tambahan yang Wiseman bagikan di media sosialnya tentang apa yang terjadi di dalam kabin saat momen Earthset berlangsung.

Christina Koch berada tepat di sisinya, "hammering away on 3-shot bracket exposures" menggunakan Nikon D5 dengan lensa 400mm — mengambil foto bracket exposure profesional yang memastikan setidaknya satu frame mendapat eksposur yang sempurna dari Earthset yang pencahayaannya sangat menantang (Bumi yang sangat terang kontras dengan permukaan Bulan dan latar belakang yang gelap total).

Victor Glover dan Jeremy Hansen berada di jendela lain — "Glover was in window 3 watching, with Hansen next to him" — menyaksikan Earthset yang sama dari sudut yang berbeda.

Kru menghabiskan hampir tujuh jam rotating melalui shift observasi, dengan penuh semangat mengidentifikasi fitur-fitur permukaan Bulan — "ancient lava flows, surface cracks and ridges all formed as the moon slowly evolved" — dan mengabadikan sebanyak mungkin dari momen bersejarah yang tidak akan pernah bisa mereka ulangi.

Di tengah semua aktivitas yang sangat terstruktur dan profesional itu — Koch dengan Nikon 400mm-nya yang presisi, crew member lain dengan sistem kamera ilmiah NASA — Wiseman memilih untuk mengambil iPhone-nya dan merekam apa yang ia lihat dengan cara yang paling alami dan paling personal: seperti seseorang yang berdiri di pantai dan mengangkat ponselnya untuk merekam matahari terbenam.

"I couldn't resist," tulisnya. Dan hasilnya adalah salah satu rekaman bersejarah paling menggugah yang pernah diambil oleh manusia.

"Shot on iPhone" yang Tidak Akan Pernah Terlampaui?

Sejak Apple memulai kampanye "Shot on iPhone" pada 2015, sudah ada ribuan foto dan video menakjubkan yang dijadikan bagian dari kampanye tersebut — dari foto pemenang penghargaan oleh fotografer profesional, hingga potret kehidupan sehari-hari yang menunjukkan kemampuan kamera iPhone di tangan pengguna biasa.

Tapi tidak ada satupun dari semua itu yang secara kontekstual bisa menandingi video Earthset Wiseman.

Bukan karena kualitas teknisnya yang melampaui semua Shot on iPhone sebelumnya — meski kualitasnya memang luar biasa untuk kondisi yang ada. Tapi karena konteksnya: tidak ada "Shot on iPhone" lain yang diambil dari orbit Bulan, menangkap momen yang hanya bisa disaksikan oleh segelintir manusia di sepanjang sejarah, dari perangkat yang dibawa astronot sebagai kamera personalnya dalam misi ke bulan pertama manusia dalam 50 tahun.

Jika Apple pernah mempertimbangkan menggunakan rekaman ini sebagai materi iklan kampanye Shot on iPhone, rasanya hampir tidak fair terhadap semua footage Shot on iPhone lainnya. Ini adalah level yang berbeda — bukan hanya secara estetika, tapi secara historis.

Tim Cook dan Greg Joswiak keduanya menggunakan media sosial untuk mengucapkan selamat kepada kru Artemis II dan mengapresiasi foto-foto yang diambil dengan iPhone, segera setelah misi berakhir. Pesan mereka tidak mengklaim credit untuk NASA atau misi — tapi kebanggaan yang tidak bisa disembunyikan sangat terasa.

Implikasi untuk Kamera iPhone ke Depan: Apa yang Bisa Dipelajari dari Luar Angkasa

Ada sesuatu yang sangat menarik tentang cara iPhone 17 Pro Max berhasil mengabadikan Earthset dengan kualitas yang mengagumkan — dan implikasinya untuk pengembangan kamera iPhone ke depan tidak bisa diabaikan.

Kondisi pencahayaan yang dihadapi Wiseman saat merekam Earthset adalah salah satu kondisi paling menantang yang bisa dihadapi kamera manapun: kontras yang sangat ekstrem antara Bumi yang sangat terang (diterangi Matahari penuh) dan latar belakang luar angkasa yang gelap total, dengan permukaan Bulan yang abu-abu keperakan berada di tengah.

Bahwa iPhone bisa menangani rentang dinamis (dynamic range) yang begitu ekstrem — tanpa overexpose Bumi menjadi putih total atau membiarkan permukaan Bulan menjadi silhouette hitam — adalah bukti nyata dari seberapa jauh komputasi fotografi iPhone telah berkembang.

iPhone 18 Pro yang akan datang September 2026 sudah dikonfirmasi akan membawa variable aperture untuk pertama kalinya — kemampuan untuk mengubah bukaan lensa secara fisik. Dalam konteks seperti Earthset, variable aperture akan memberikan kontrol yang jauh lebih presisi atas eksposur dalam kondisi kontras tinggi, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada algoritma komputasional untuk menyeimbangkan cahaya.

Misi Artemis berikutnya — Artemis III yang dijadwalkan mid-2027 — akan mencoba mendarat di Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972. Jika iPhone terus dikualifikasi NASA untuk misi-misi Artemis berikutnya, dan jika astronot yang mendarat di Bulan membawa iPhone — foto atau video "Shot on iPhone di permukaan Bulan" adalah sesuatu yang, jika terwujud, akan menjadi momen yang bahkan lebih sulit untuk dibayangkan hari ini.

Apa yang Video Ini Ajarkan tentang Kamera iPhone yang Ada di Tanganmu

Ada satu pelajaran yang sangat konkret dan sangat personal yang bisa diambil dari seluruh cerita ini: kamera terbaik adalah yang ada bersamamu di momen yang tepat.

Commander Wiseman tidak merencanakan video Earthset dengan kamera profesional. Ia mengambil iPhone yang memang sudah ia pegang, mengarahkannya ke jendela docking hatch yang sempit, dan merekam apa yang ia lihat. Hasilnya adalah sesuatu yang akan diingat oleh umat manusia.

Kamera terbaik di dunia — dengan format paling besar, lensa paling mahal, dan sistem stabilisasi paling canggih — tidak berguna jika tidak ada bersamamu di momen yang tidak terduga. iPhone, yang selalu ada di saku atau di tangan, adalah kamera yang paling sering ada bersamamu di momen-momen yang paling berarti dalam hidupmu.

Tapi semua kemampuan kamera iPhone — dari sistem Tetraprism Telephoto yang menangkap Earthset, hingga komputasi fotografi yang menyeimbangkan dynamic range yang ekstrem — hanya bisa bekerja optimal jika hardware iPhone dalam kondisi yang baik.

Sensor kamera yang kotor atau berdebu menghasilkan foto yang tidak tajam dan berbintik. Lensa yang tergores atau retak secara fisik mengurangi kualitas optis secara signifikan dan permanen. Masalah pada modul kamera akibat benturan — yang seringkali tidak terlihat dari luar tapi terasa di kualitas foto — adalah sesuatu yang perlu ditangani dengan segera.

Forto.id adalah pusat service apple dan service iPhone terpercaya di Surabaya. Dari pembersihan modul kamera yang mengembalikan kejernihan foto dan video, perbaikan komponen kamera yang bermasalah akibat benturan, hingga diagnosa hardware menyeluruh yang memastikan semua komponen iPhone — termasuk sistem kamera lengkap — berfungsi sebagaimana mestinya.

Momen bersejarah tidak menunggu kamu memperbaiki kamera iPhone yang bermasalah dulu. Kami siap memastikan iPhone kamu selalu dalam kondisi terbaik — untuk semua momen yang tidak bisa diulang, meski bukan dari orbit Bulan. 📱🌍🌙

Kami juga melayani service android untuk semua brand: Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme, Google Pixel, dan banyak lagi.

Kesimpulan: Satu Momen, Dua Warisan

Video Earthset Reid Wiseman meninggalkan dua warisan yang akan terus hidup jauh melampaui momen diambilnya.

Pertama adalah warisan manusia: rekaman bergerak pertama dari Earthset yang pernah dibuat, sebuah sudut pandang yang hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang di seluruh sejarah Bumi — pandangan Bumi yang "tenggelam" di balik cakrawala Bulan, seperti matahari terbenam di pantai kosmik yang paling sunyi dan paling jauh.

Komentar yang paling sederhana di forum MacRumors merangkum perasaan yang sama yang dirasakan jutaan orang: "Every iPhone on Earth is jealous."

Kedua adalah warisan teknologi: bukti nyata bahwa kamera yang ada di saku kamu hari ini sudah mencapai level kemampuan yang, bahkan lima tahun lalu, tidak akan bisa dibayangkan oleh siapapun yang benar-benar memahami tantangan optis dari kondisi di mana video ini diambil.

Sembilan belas tahun setelah iPhone pertama diperkenalkan oleh Steve Jobs di atas panggung Macworld 2007 — dengan kamera 2 megapiksel tanpa autofocus yang hampir tidak bisa mengambil foto dalam ruangan redup dengan layak — iPhone 17 Pro Max merekam Bumi tenggelam di balik Bulan dari jarak 400.000 kilometer, dengan kualitas yang oleh seorang astronot disebut "quite comparable to the view of the human eye."

Itu bukan sekadar kemajuan teknologi. Itu adalah salah satu perjalanan paling luar biasa dalam sejarah industri konsumer modern.

Pantau terus perkembangan kamera iPhone, misi NASA Artemis, dan semua berita teknologi terbaru di blog Forto.id— pusat service HP Surabaya terpercaya yang tidak hanya memperbaiki iPhone kamu, tapi juga memastikan kamu selalu memahami dan mengapresiasi teknologi luar biasa yang ada di genggamanmu setiap hari. 🛸🌍📱

Kami spesialis di bidang perbaikan kerusakan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple, iPhone, iPad , MacBook, iWacth, Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony.

Keuntungan Service di Forto Premium Gadget Repair Service Surabaya :

  • Mendengarkan dan memahami terlebih dahulu keluhan calon customer dengan detail.

  • Konsultasi dan Check-Up kerusakan secara gratis.

  • Pengerjaan yang transparan dan dapat dilihat langsung dalam proses pengerjaan

  • Pengerjaan yang relatif cepat dan bisa ditunggu dalam 15 menit – 2 jam pengerjaan.

  • Melakukan proses pengerjaan berdasarkan Analisa dan Observasi sesuai dengan SOP yang berlaku di Forto.id.

  • Harga kompetitif dengan hasil yang maksimal dan bergaransi Panjang (1 – 6 Bulan Garansi)

Untuk menjamin kepuasan pelanggan akan layanan service perbaikan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple,iphone,iPad,MacBook,iWacth,Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony Anda miliki langsung ditangani sendiri oleh teknisi berpengalaman dan profesional. Segala komponen dan peralatan yang memadai didukung ketersediaan sparepart yang original dan kami hanya membutuhkan waktu 1 jam termasuk menguji perangkat Apple Anda dengan Komponen baru setelah proses perbaikan Anda tidak perlu menunggu lama anda juga bisa melihat langsung proses pengerjaannya.

Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Manyar No.57

Ingin berkonsultasi masalah Gadget anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut: