BREAKING: Tim Cook Resmi Mundur sebagai CEO Apple — Berakhirnya Era 15 Tahun yang Mengubah Dunia, dan Dimulainya Babak Baru di Bawah CEO Baru yang Hidupnya Didedikasikan untuk Membuat iPhone! (Analisis Mendalam Forto.id)
Senin, 20 April 2026, pukul 13.33 waktu California. Apple merilis sebuah pengumuman di Apple Newsroom yang dalam skala implikasinya bagi industri teknologi global tidak kalah besarnya dari pengumuman produk manapun....
IPHONEAPPLE
Septa
4/22/202612 min read


Senin, 20 April 2026, pukul 13.33 waktu California. Apple merilis sebuah pengumuman di Apple Newsroom yang dalam skala implikasinya bagi industri teknologi global tidak kalah besarnya dari pengumuman produk manapun yang pernah Apple buat.
Tim Cook mundur sebagai CEO Apple. Posisinya akan diambil alih oleh John Ternus, Senior Vice President of Hardware Engineering Apple, efektif 1 September 2026.
Cook tidak meninggalkan Apple sepenuhnya — ia akan tetap bersama perusahaan yang sudah ia dedikasikan 28 tahun hidupnya sebagai Executive Chairman di dewan direksi, dengan fokus pada keterlibatan dengan pembuat kebijakan di seluruh dunia. Arthur Levinson, yang selama 15 tahun menjabat sebagai non-executive chairman Apple, akan beralih menjadi lead independent director, juga efektif 1 September.
Transisi ini disetujui secara bulat oleh dewan direksi Apple, mengikuti apa yang disebut perusahaan sebagai "proses perencanaan suksesi yang bijaksana dan jangka panjang."
Bagi siapapun yang mengikuti dunia Apple dan iPhone, ini adalah momen yang, seperti yang ditulis Fortune, "seismic" — salah satu pergantian kepemimpinan paling signifikan di dunia korporat global dalam dekade ini. Dan memahami sepenuhnya apa artinya — baik untuk Apple sebagai perusahaan maupun untuk iPhone sebagai produk yang paling langsung memengaruhi kehidupan jutaan pengguna — membutuhkan lebih dari sekadar membaca pengumuman dua kalimat.
Era Tim Cook: 15 Tahun yang Mengubah Apple dari Perusahaan Besar Menjadi Fenomena Tersendiri
Untuk memahami betapa besarnya transisi ini, kita perlu memahami apa yang Tim Cook bangun selama 15 tahun di kursi CEO.
Awal yang Tidak Mudah: Mewarisi Bayangan Steve Jobs
24 Agustus 2011. Tim Cook menjadi CEO Apple secara resmi untuk pertama kalinya — bukan sebagai penunjukan yang dirayakan, tapi sebagai transisi yang ditunggu dengan kecemasan oleh seluruh industri teknologi dan komunitas Apple di seluruh dunia.
Steve Jobs, pendiri Apple yang sudah menjadi identitas perusahaan itu sendiri selama empat dekade, mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Enam minggu kemudian, pada 5 Oktober 2011, Jobs meninggal dunia akibat komplikasi kanker pankreas.
Bayangan yang harus Cook hadapi tidak bisa diukur dengan standar biasa. Jobs bukan hanya CEO sebelumnya — ia adalah visionaris yang dianggap sebagai "jiwa" dari Apple, orang yang di balik setiap produk ikonik dari Mac, iMac, iPod, iTunes Store, hingga iPhone dan iPad. Skeptisisme tentang kemampuan Cook untuk memimpin Apple tanpa Jobs sangat masif dan sangat keras.
Satu komentar yang paling sering dikutip dari masa itu: analis-analis yang memprediksi bahwa Apple tanpa Jobs akan "kembali ke kondisi seperti akhir 1990an" — era di mana Apple hampir bangkrut sebelum Jobs kembali dan menyelamatkannya.
Yang terjadi kemudian adalah salah satu bantahan terkeras terhadap prediksi analis dalam sejarah bisnis modern.
Angka yang Berbicara Sendiri: $350 Miliar Menjadi $4 Triliun
Agustus 2011: Nilai pasar Apple ketika Cook mengambil alih — sekitar $350 miliar.
2018: Apple menjadi perusahaan publik pertama yang melampaui valuasi $1 triliun dalam sejarah.
2020: Menyentuh $2 triliun di tengah pandemi yang meluluhlantakkan banyak bisnis lain.
2022: Tembus $3 triliun.
2025: Mencapai $4 triliun — menjadikan Apple perusahaan paling bernilai di dunia dengan margin yang sangat signifikan.
Pertumbuhan 10x lipat dalam 15 tahun, dari perusahaan yang sudah sangat besar menjadi entitas ekonomi yang nilainya melampaui GDP banyak negara berdaulat. Ini adalah warisan finansial Tim Cook yang tidak bisa diperdebatkan dengan angka apapun.
Produk-Produk yang Lahir di Era Cook
Tim Cook sering dikritik — terutama oleh komunitas hardcore Apple — karena dianggap lebih sebagai "eksekutor yang brilian" daripada "visionaris yang inovatif" seperti Jobs. Kritik ini ada dasarnya dalam beberapa aspek, tapi mengabaikan kontribusi yang sangat nyata dari era Cook dalam hal produk:
Apple Watch (2015) — kategori produk yang sama sekali baru, yang pada akhirnya menjadi smartwatch terlaris di dunia dengan margin yang sangat besar. Watch tidak ada di pipeline Jobs — ini murni inisiatif era Cook.
AirPods (2016) — mungkin produk paling berpengaruh yang Apple lahirkan sejak iPhone pertama. AirPods mendefinisikan ulang kategori TWS earbuds, menciptakan pasar yang sebelumnya hampir tidak ada, dan menghasilkan pendapatan yang dalam beberapa tahun terakhir mendekati Mac sebagai lini produk.
Apple Silicon (2020) — transisi dari chip Intel ke chip Apple sendiri (M1 dan seterusnya) adalah keputusan strategis yang sangat berisiko dan hasilnya jauh melampaui ekspektasi siapapun. Chip M-series yang didesain Apple terbukti unggul dari Intel dalam hampir semua metrik yang relevan.
Apple Services — App Store, iCloud, Apple Music, Apple TV+, Apple Arcade, Apple Card, Apple Pay — diversifikasi revenue dari hardware ke layanan adalah salah satu transformasi strategis paling signifikan di era Cook. Services kini menghasilkan ratusan miliar dolar per tahun dan memberikan Apple pendapatan yang lebih stabil dan lebih predictable dari siklus hardware.
iPhone dalam segala dimensinya — dari iPhone 4S yang memperkenalkan Siri, hingga iPhone 6 yang akhirnya mengakui bahwa layar besar itu penting, hingga iPhone X yang menghapus tombol Home dan memperkenalkan Face ID, hingga iPhone 17 Pro Max yang merekam Earthset dari orbit Bulan — semua terjadi di bawah kepemimpinan Tim Cook.
Apa yang Kurang: AI dan Pertanyaan yang Tidak Bisa Diabaikan
Kejujuran menuntut kita untuk juga mengakui di mana era Cook dianggap kurang:
Keterlambatan di AI adalah kritik yang paling konsisten dan paling keras. Sementara OpenAI merilis ChatGPT di November 2022 dan langsung mengubah industri teknologi, Apple tidak memiliki jawaban yang setara hingga Apple Intelligence diperkenalkan di WWDC 2024 — hampir dua tahun setelahnya. Siri, yang harusnya menjadi asisten AI terdepan, selama bertahun-tahun tertinggal jauh dari kompetitor.
Seperti yang ditulis Fortune dengan sangat tepat: "Apple has also lagged on AI, raising questions about whether Cook should lead from here. It no doubt helps that Ternus is an engineer."
Pertanyaan ini — apakah Cook adalah pemimpin yang tepat untuk era AI yang sedang terjadi — adalah salah satu faktor yang membuat timing pengunduran dirinya terasa logis, bukan prematur.
Vision Pro yang tidak menemukan pasarnya adalah noda lain di akhir era Cook. Diluncurkan dengan ekspektasi tinggi sebagai "generasi berikutnya dari computing", Vision Pro tidak pernah berhasil meyakinkan pengguna mainstream tentang proposes nilainya — dan laporan tentang penjualan yang jauh di bawah target terus bermunculan.
Siapa John Ternus: Profil CEO Apple yang Baru
Jika ada satu hal yang konsisten dari semua laporan tentang John Ternus — dari profil mendalam Gurman di Bloomberg Businessweek Maret 2026 hingga laporan TechCrunch hari ini — adalah bahwa ia adalah figur yang sangat berbeda dari Tim Cook, dan mungkin juga sangat berbeda dari Steve Jobs. Ternus adalah tipe ketiga.
Dari Kolam Renang ke Ruang Desain Apple
John Ternus lahir dan tumbuh di California. Ia belajar mechanical engineering di University of Pennsylvania — sekolah ivy league yang tidak lazim dikaitkan dengan Silicon Valley (kebanyakan pendiri teknologi berlatar belakang MIT, Stanford, atau dropout). Yang lebih unik: ia adalah anggota tim renang varsity Penn, atlet kompetitif yang terlatih dalam disiplin dan konsistensi.
1997: Lulus dari Penn. Bergabung sebentar dengan Virtual Research Systems, sebuah firma kecil yang mengerjakan headset virtual reality — bidang yang pada 1997 belum menemukan momennya.
2001: Bergabung dengan Apple's product design team. Ia masuk Apple tepat di saat perusahaan sedang dalam fase kebangkitan luar biasa — era iMac, iPod, dan awal dari transformasi Jobs yang kedua.
2013: Dipromosikan menjadi Vice President of Hardware Engineering.
2021: Dipromosikan menjadi Senior Vice President — anggota termuda di Apple's executive team ketika itu. Promosi ini terjadi ketika pendahulunya, Dan Riccio, beralih untuk mengawasi proyek yang kemudian menjadi Vision Pro.
Dalam 25 tahun di Apple, Ternus berkontribusi pada hampir semua produk hardware yang Apple rilis — iPad sejak generasi pertama, AirPods, Apple Watch dalam berbagai generasinya, dan tentu saja iPhone dalam semua iterasinya selama lebih dari satu dekade terakhir.
"Well-Liked" — Pemimpin yang Berbeda dari Mitos
Gurman, yang mengenal Ternus cukup baik melalui peliputan Apple selama bertahun-tahun, menggambarkannya sebagai sosok yang "well-liked among Apple's staff" — deskripsi yang terdengar sederhana tapi sebenarnya sangat bermakna dalam konteks budaya Apple yang historis.
Jobs adalah pemimpin yang legendaris tapi juga ditakuti — kemarahan publiknya terhadap tim yang mengecewakan sudah menjadi bagian dari mitologi Apple. Cook adalah pemimpin yang lebih tenang, lebih terukur, lebih diplomatik — tapi juga lebih jauh dari komunitas desain dan engineering.
Ternus, berdasarkan semua laporan yang ada, adalah tipe ketiga: seorang engineer yang naik ke puncak dengan tetap mempertahankan koneksinya dengan orang-orang yang benar-benar membangun produk. Seseorang yang timnya mau bekerja keras untuknya bukan karena takut, tapi karena ia dihormati.
Gurman juga melaporkan bahwa Ternus memainkan peran kunci dalam membalikkan "declining product quality"yang sempat menjadi keluhan besar komunitas Apple — terutama seputar keyboard butterfly mechanism MacBook yang bermasalah dan beberapa isu kualitas lainnya di pertengahan era Cook.
Pernyataan yang Mengungkap Karakter
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan bersamaan dengan pengumuman, Ternus berkata:
"Having spent almost my entire career at Apple, I have been lucky to have worked under Steve Jobs and to have had Tim Cook as my mentor. I am humbled to step into this role, and I promise to lead with the values and vision that have come to define this special place for half a century."
Dan Cook membalasnya dengan:
"John Ternus has the mind of an engineer, the soul of an innovator, and the heart to lead with integrity and with honor. He is without question the right person to lead Apple into the future."
Kalimat Cook — "the mind of an engineer, the soul of an innovator" — adalah karakterisasi yang sangat spesifik. Bukan "the vision of a disruptor" (Jobs), bukan "the discipline of an operator" (Cook sendiri). Engineer yang berinovasi — dan mungkin itulah yang Apple butuhkan sekarang.
Ironi Bersejarah: Ternus Menjadi CEO Tepat di Hari iPhone Ultra Diluncurkan
Ada satu detail yang, begitu disadari, membuat seluruh transisi ini terasa seperti dirancang dengan sangat cermat — meski mungkin bersifat kebetulan:
John Ternus menjadi CEO Apple pada 1 September 2026. Dan berdasarkan semua yang kita ketahui tentang jadwal Apple, iPhone Ultra — produk yang selama bertahun-tahun dipimpin pengembangannya oleh Ternus sendiri — kemungkinan besar akan diumumkan dalam minggu pertama atau kedua September 2026, sesuai pola tahunan Apple Event.
Produk yang paling ambisius dalam sejarah iPhone — foldable pertama Apple, produk yang Gurman sebut sebagai "perombakan paling signifikan dalam sejarah iPhone" — akan menjadi produk pertama yang diumumkan oleh CEO baru.
Dan CEO baru itu adalah orang yang secara langsung memimpin engineering-nya.
Seorang penulis di forum MacRumors menangkap ironi ini dengan sangat tepat: iPhone Ultra bukan hanya produk pertama di era Ternus — ia adalah produk yang dalam banyak hal mendefinisikan siapa Ternus sebagai pemimpin Apple.
Rencana tiga tahun transformasi iPhone yang sudah kita bahas di Forto.id — iPhone 17 Pro (2025), iPhone Ultra/Foldable (2026), iPhone anniversary ke-20 (2027) — adalah rencana yang Ternus pimpin dari sisi engineering. Kini ia akan memimpin dari sisi paling puncak.
Konteks Lebih Luas: "CEO Reckoning" yang Menyapu Dunia Korporat di 2026
Apple bukan satu-satunya perusahaan besar yang mengalami pergantian CEO di 2026. Fortune menyebutnya sebagai "2026 CEO reckoning" — gelombang pergantian pemimpin di perusahaan-perusahaan terbesar dunia yang terjadi hampir bersamaan:
Greg Abel menggantikan Warren Buffett di Berkshire Hathaway — pergantian yang sudah diperbincangkan selama satu dekade akhirnya terwujud.
Josh D'Amaro menggantikan Bob Iger di Disney — setelah Iger yang kembali untuk "menyelamatkan" Disney akhirnya bisa melepaskan estafet.
John Furner menggantikan Doug McMillon di Walmart.
Dan kini John Ternus menggantikan Tim Cook di Apple.
Apa yang mendorong gelombang ini? Fortune mencatat dua faktor yang sangat konsisten: kecepatan transformasi AIdan keinginan untuk menjaga warisan tetap utuh.
Tentang AI: banyak CEO veteran yang menyadari bahwa transformasi yang dibutuhkan untuk benar-benar memimpin di era AI membutuhkan mindset yang berbeda — dan memilih untuk menyerahkan estafet kepada generasi berikutnya daripada memaksakan diri memimpin transformasi yang mungkin bukan kekuatan mereka.
Tentang warisan: seperti yang ditulis Fortune, "nothing destroys a CEO's legacy like lingering too long in the job." Dengan valuasi Apple di $4 triliun dan Tim Cook berusia 65 tahun, timing pengunduran diri ini terasa seperti keputusan yang dibuat dari posisi kekuatan — bukan dari tekanan.
Apa yang Berubah untuk iPhone dan Pengguna Apple di Indonesia?
Pertanyaan yang paling praktis dan paling relevan: apa artinya transisi kepemimpinan ini bagi pengguna iPhone sehari-hari?
Jangka Pendek (September 2026 — 2027): Kesinambungan yang Terjaga
Tidak ada yang akan berubah secara dramatis dalam jangka sangat pendek. Tim Cook tidak pergi — ia tetap ada sebagai Executive Chairman. Ternus memimpin dari dalam Apple yang sudah sangat ia kenal. Dan pipeline produk untuk 2026-2027 sudah ditetapkan jauh sebelum pengumuman hari ini:
iPhone 18 Pro dan Pro Max (September 2026), iPhone Ultra (September 2026), WWDC dan iOS 27 (Juni 2026), iPhone 18 standar dan 18e (musim semi 2027), iPhone anniversary ke-20 (September 2027) — semua sudah dalam tahap pengembangan yang tidak akan terhenti oleh pergantian nama di kursi CEO.
Jangka Menengah (2027 — 2030): Era Ternus yang Sesungguhnya
Inilah periode di mana karakter kepemimpinan Ternus akan mulai membentuk Apple secara lebih nyata. Beberapa hal yang bisa diharapkan berbeda:
Fokus yang lebih dalam pada engineering dan hardware. Ternus adalah engineer sejati — bukan eksekutif yang berlatar belakang operasional (Cook) atau marketing (Jobs dalam banyak aspek). Keputusan-keputusan produk di era Ternus kemungkinan akan lebih didorong oleh pertimbangan teknis dan engineering excellence.
Pendekatan AI yang lebih agresif. Salah satu warisan Cook yang paling dikritik adalah keterlambatan merespons revolusi AI. Ternus, dengan latar belakang engineering dan rekam jejaknya dalam menghadirkan produk inovatif, diharapkan bisa bergerak lebih cepat dan lebih terarah dalam mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem Apple.
Kemungkinan akselerasi roadmap hardware ambisius. iPhone anniversary ke-20 di 2027 yang direncanakan sebagai "seamless iPhone" tanpa cutout apapun adalah produk yang tantangan engineering-nya sangat besar. Siapapun yang lebih memahami tantangan itu dari dalam akan lebih mampu mendorong timnya untuk menyelesaikannya.
Fokus lebih kuat pada repairability dan sustainability. Fox Business mencatat bahwa Ternus sudah aktif mengadvokasi inovasi dalam sustainability produk — termasuk penggunaan titanium 3D-printed di Apple Watch Ultra 3 dan upaya meningkatkan repairability iPhone. Ini adalah area yang, berdasarkan laporan PIRG yang kita bahas sebelumnya, Apple masih sangat perlu berkembang.
Satu Pertanyaan Besar: Akankah Apple Mengejar Ketertinggalan di AI?
Ini adalah tantangan terbesar yang Ternus warisi dari Cook. Apple Intelligence memang sudah ada dan terus berkembang — tapi ada persepsi yang sangat kuat bahwa Apple masih tertinggal dari Google, Microsoft/OpenAI, dan bahkan Meta dalam hal kemampuan AI.
Pertanyaan apakah Ternus — engineer yang selama ini fokus pada hardware dan bukan AI software — adalah orang yang tepat untuk menutup gap ini adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab hari ini. Jawabannya hanya akan terlihat dari keputusan yang ia buat dalam 12-24 bulan pertama kepemimpinannya.
Momen Refleksi: Tim Cook dalam Kata-Katanya Sendiri
Pernyataan Tim Cook dalam pengumuman pengunduran dirinya adalah salah satu kalimat paling jujur dan paling mengungkapkan yang pernah ia ucapkan secara publik — dan layak untuk direnungkan sepenuhnya:
"It has been the greatest privilege of my life to be the CEO of Apple and to have been trusted to lead such an extraordinary company. I love Apple with all of my being, and I am so grateful to have had the opportunity to work with a team of such ingenious, innovative, creative, and deeply caring people who have been unwavering in their dedication to enriching the lives of our customers and creating the best products and services in the world."
Dua bulan sebelumnya, dalam wawancara di Good Morning America, Cook berkata: "Twenty-eight years ago, I walked into Apple and I've loved every day of it since." Dan ketika ditanya tentang pensiun, ia berkata ia "can't imagine life without Apple" — sesuatu yang terasa lebih bermakna sekarang bahwa ia memilih untuk tetap tinggal sebagai Executive Chairman, bukan benar-benar pergi.
Tim Cook tidak meninggalkan Apple. Ia beralih ke babak berikutnya dari hubungan seumur hidupnya dengan perusahaan yang sudah ia berikan 28 tahun terbaiknya.
Bagi Pengguna iPhone: Apa yang Tidak Berubah
Di tengah semua perubahan dramatis ini, ada satu hal yang perlu digarisbawahi untuk pengguna iPhone sehari-hari:
Nilai iPhone yang kamu pegang hari ini tidak berubah dengan pergantian CEO. iPhone 16 Pro atau iPhone 17 Pro yang ada di sakumu masih menerima update iOS yang sama, masih mendapat dukungan software yang sama, masih punya ekosistem yang sama, dan masih menjadi perangkat yang sama yang sudah kamu andalkan.
Pergantian CEO Apple — meski bersejarah dan sangat signifikan dari perspektif industri — tidak mengubah kenyataan bahwa iPhone adalah investasi jangka panjang yang nilainya bergantung pada kondisi hardware dan dukungan software, bukan pada siapa yang duduk di kursi CEO.
Dan justru di momen transisi bersejarah seperti ini, menjaga iPhone dalam kondisi prima adalah cara terbaik untuk memastikan kamu siap menikmati semua yang akan hadir di era Ternus — dari iOS 27 yang revolusioner hingga iPhone Ultra yang akan menjadi produk pertama yang diumumkan oleh CEO baru Apple.
Forto.id adalah pusat service apple dan service iPhone terpercaya di Surabaya. Apapun yang terjadi di puncak kepemimpinan Apple — dari Tim Cook ke John Ternus — komitmen kami untuk memberikan service HP Surabayaterbaik bagi pengguna iPhone dan Android tidak berubah.
Dari penggantian baterai yang memastikan iPhone kamu bertahan melewati era transisi ini hingga perbaikan layar, modul kamera, dan diagnostik hardware menyeluruh — tim teknisi kami siap membantu. Kami juga melayani service android untuk semua brand: Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme, Google Pixel, dan banyak lagi.
Kesimpulan: Akhir dari Satu Era, Awal dari Era yang Belum Tertulis
Senin, 20 April 2026 akan diingat sebagai salah satu hari paling bersejarah dalam 50 tahun berdirinya Apple. Bukan karena ada produk yang diluncurkan. Bukan karena ada teknologi baru yang diumumkan. Tapi karena seorang pria yang selama 15 tahun menjadi wajah dan suara dari perusahaan paling bernilai di dunia memilih untuk melangkah mundur — pada waktu yang tepat, dengan cara yang tepat, meninggalkan warisan yang tidak bisa diperdebatkan.
Tim Cook menerima Apple dengan nilai $350 miliar dan meninggalkannya dengan nilai $4 triliun. Ia menerima Apple dalam suasana berkabung yang dalam dan meninggalkannya sebagai perusahaan yang lebih sehat, lebih terdiversifikasi, dan lebih global dari sebelumnya. Ia menerima Apple yang identitas inovasinya terikat erat dengan satu individu, dan meninggalkannya sebagai institusi yang cukup kuat untuk terus berinovasi tanpa satu pun tokoh tunggal yang mendominasinya.
John Ternus mewarisi Apple yang berbeda dari Apple yang Cook warisi dari Jobs. Apple yang nilainya lebih dari 10x lipat. Apple yang ekosistemnya jauh lebih dalam dan lebih luas. Apple yang sudah punya rencana produk yang sangat ambisius untuk beberapa tahun ke depan — rencana yang Ternus sendiri yang merancang dari sisi engineering.
Halaman pertama era Ternus belum tertulis. Tapi berdasarkan semua yang kita ketahui tentang siapa dia — engineer yang dihormati, inovator yang sabar, pemimpin yang disukai — ada alasan yang kuat untuk optimis bahwa halaman itu, ketika ditulis penuh, akan layak dibaca.
Pantau terus perkembangan era kepemimpinan baru Apple, iPhone 18 Pro, iPhone Ultra, dan semua berita terbaru dari dunia Apple dan Android di blog Forto.id — pusat service HP Surabaya terpercaya yang selalu hadir, apapun yang berubah di puncak industri teknologi global. 🍎📱🔧
Kami spesialis di bidang perbaikan kerusakan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple, iPhone, iPad , MacBook, iWacth, Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony.
Keuntungan Service di Forto Premium Gadget Repair Service Surabaya :
Mendengarkan dan memahami terlebih dahulu keluhan calon customer dengan detail.
Konsultasi dan Check-Up kerusakan secara gratis.
Pengerjaan yang transparan dan dapat dilihat langsung dalam proses pengerjaan
Pengerjaan yang relatif cepat dan bisa ditunggu dalam 15 menit – 2 jam pengerjaan.
Melakukan proses pengerjaan berdasarkan Analisa dan Observasi sesuai dengan SOP yang berlaku di Forto.id.
Harga kompetitif dengan hasil yang maksimal dan bergaransi Panjang (1 – 6 Bulan Garansi)
Untuk menjamin kepuasan pelanggan akan layanan service perbaikan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple,iphone,iPad,MacBook,iWacth,Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony Anda miliki langsung ditangani sendiri oleh teknisi berpengalaman dan profesional. Segala komponen dan peralatan yang memadai didukung ketersediaan sparepart yang original dan kami hanya membutuhkan waktu 1 jam termasuk menguji perangkat Apple Anda dengan Komponen baru setelah proses perbaikan Anda tidak perlu menunggu lama anda juga bisa melihat langsung proses pengerjaannya.
Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Manyar No.57
Ingin berkonsultasi masalah Gadget anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut:
Whatsapp : 0853-8555-7757
Instagram : @forto_id
TikTok : @forto_id
Youtube : @forto_id
Google Bisnis : Forto Premium Gadget Repair Service
HomePage : Forto.id
© 2025. Forto All rights reserved.
Social Media
BANTUAN
FAQ
Pembayaran
Garansi
Kebijakan Privacy
tanya kami
Kerusakan Gadget Anda
Claim Garansi
Ketersediaan Spareparts