Browser AI Baru Ini Baru Hadir di iPhone dan Klaimnya Bisa Gantikan Safari Sepenuhnya — Tapi Ada SATU FAKTA yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Menggunakannya! (Analisis Mendalam Forto.id)

Rabu, 18 Maret 2026. Sebuah aplikasi baru muncul di App Store iPhone — dan berbeda dari ratusan aplikasi yang hadir setiap harinya, yang satu ini datang dengan ambisi yang tidak main-main....

IPHONEAPPLE

Septa

3/19/202611 min read

Rabu, 18 Maret 2026. Sebuah aplikasi baru muncul di App Store iPhone — dan berbeda dari ratusan aplikasi yang hadir setiap harinya, yang satu ini datang dengan ambisi yang tidak main-main: menggantikan Safari sebagai browser utama di iPhone kamu.

Namanya Comet, dibuat oleh Perplexity — startup AI yang didukung oleh NVIDIA dan sejumlah investor besar Silicon Valley. Ini bukan browser biasa dalam pengertian konvensional. Comet adalah "AI-first browser" — sebuah browser web yang dibangun dari awal dengan filosofi bahwa AI bukan sekadar fitur tambahan, melainkan jantung dari seluruh pengalaman browsing.

Dan klaimnya cukup menggiurkan: AI yang bisa merangkum artikel yang sedang kamu baca, melakukan riset mendalam dari puluhan sumber sekaligus, membantu kamu berbelanja online dengan membandingkan harga antar website, mengisi formulir, menjadwalkan pertemuan, bahkan membaca dan meringkas email — semuanya langsung dari dalam browser, tanpa perlu berpindah aplikasi.

Kedengarannya luar biasa. Dan memang ada bagian yang benar-benar luar biasa dari Comet.

Tapi ada satu fakta yang tidak banyak disorot dalam pengumuman peluncurannya, yang justru terungkap dalam catatan kecil di halaman privasi dan dikonfirmasi dalam keterangan resmi Perplexity sendiri — dan fakta ini bisa sangat memengaruhi keputusanmu tentang apakah Comet layak menjadi browser utama di iPhone seharga jutaan rupiah yang ada di sakumu.

Kita akan bahas itu setelah memahami semua yang Comet tawarkan. Karena untuk membuat keputusan yang tepat, kamu perlu tahu kedua sisinya secara lengkap.

Apa Itu Perplexity dan Mengapa Mereka Buat Browser?

Untuk memahami Comet, kita perlu memahami dulu siapa Perplexity dan apa yang mereka coba capai.

Perplexity pertama kali dikenal sebagai "AI search engine" — alternatif dari Google Search yang menggunakan AI untuk memberikan jawaban langsung dengan sumber yang dapat diverifikasi, bukan sekadar daftar link yang perlu kamu buka satu per satu. Model bisnisnya sederhana: kamu tanya sesuatu, AI menjawab dengan merangkum informasi dari berbagai sumber terpercaya di internet, lengkap dengan kutipan dan link ke sumber aslinya.

Perplexity tumbuh sangat cepat — pada awal 2026, mereka mengklaim sudah memiliki jutaan pengguna aktif dan menjadi salah satu AI search engine yang paling populer, menantang Google di segmen pengguna yang menginginkan jawaban langsung tanpa perlu mengklik sepuluh halaman.

Tapi Perplexity punya masalah distribusi yang fundamental: untuk menggunakan Perplexity, pengguna harus membuka aplikasi atau website Perplexity terpisah. Setiap kali kamu membuka Safari di iPhone dan mengetikkan sesuatu, Google atau Bing yang mengerjakan pencarian — bukan Perplexity.

Comet adalah solusi untuk masalah distribusi itu: jika Perplexity memiliki browser sendiri, maka setiap pencarian yang kamu lakukan, setiap halaman yang kamu buka, setiap pertanyaan yang kamu ajukan — semuanya bisa diproses oleh AI Perplexity secara langsung, tanpa harus pindah ke aplikasi lain.

Strategi ini sangat mirip dengan apa yang Google lakukan ketika mereka meluncurkan Chrome pada 2008 — memiliki browser sendiri memungkinkan Google mengontrol pengalaman web sepenuhnya dan memastikan produk mereka selalu ada di jalur pengguna.

Semua Fitur Comet untuk iPhone: Panduan Lengkap

Comet untuk iPhone hadir dengan rangkaian fitur yang cukup komprehensif — sebagian tersedia di semua tier (termasuk gratis), sebagian membutuhkan langganan Pro atau Max.

Comet Assistant: AI yang Hidup di Dalam Browser

Ini adalah inti dari seluruh pengalaman Comet. Tidak seperti browser yang menambahkan chatbot AI sebagai panel terpisah yang perlu dibuka secara manual, Comet Assistant terintegrasi langsung ke dalam antarmuka browsing — ia ada di sidebar yang bisa dipanggil kapanpun kamu membutuhkannya saat browsing.

Yang bisa dilakukan Comet Assistant selama kamu browsing:

Ringkasan halaman instan — buka artikel panjang apapun, tap Assistant, dan dalam hitungan detik kamu mendapat ringkasan poin-poin utama tanpa harus membaca keseluruhan teks. Sangat berguna untuk artikel berita panjang, laporan keuangan, atau dokumen teknis.

Tanya jawab kontekstual — kamu bisa menanyakan pertanyaan tentang halaman yang sedang terbuka. "Apa kesimpulan dari artikel ini?" atau "Siapa penulis paper ini dan apa afiliasi institusionalnya?" — Assistant menjawab berdasarkan konten yang ada di halaman, bukan dari memori umum AI.

Lintas tab — fitur yang sangat menarik: kamu bisa meminta Assistant untuk membandingkan informasi dari beberapa tab yang sedang terbuka sekaligus. "Dari tiga artikel yang aku buka ini, mana yang paling mendukung argumen X?" — ini adalah kemampuan yang tidak dimiliki browser manapun sebelum era AI.

Aksi langsung — Assistant tidak hanya menjawab pertanyaan, tapi juga bisa mengambil tindakan. Baca artikel tentang jadwal acara, minta Assistant untuk menambahkannya ke kalender. Temukan link formulir pendaftaran, minta Assistant untuk mengisinya dengan informasi yang sudah disimpan.

Deep Research: Riset Mendalam dari Banyak Sumber

Ini adalah salah satu fitur paling powerful yang Perplexity bawa dari platform utamanya ke Comet.

Deep Research bukan sekadar "cari di Google dan baca hasilnya". Ini adalah proses penelitian yang sesungguhnya: AI secara otomatis mengunjungi puluhan atau bahkan ratusan sumber web, membaca dan menganalisis kontennya, memverifikasi informasi secara silang antar sumber, dan kemudian menghasilkan laporan komprehensif dengan kutipan yang bisa diverifikasi.

Perplexity memberikan contoh use case yang sangat konkret di blog peluncurannya: ingin tahu tentang perkembangan terbaru pengobatan GLP-1 untuk penurunan berat badan? Deep Research akan mengumpulkan informasi dari jurnal medis, berita kesehatan terkini, forum pasien, dan studi klinis — lalu merangkumnya menjadi laporan yang komprehensif dalam menit, bukan jam.

Atau sedang persiapan interview kerja dan ingin riset tentang perusahaan yang akan kamu datangi besok? Deep Research bisa mengunjungi website perusahaan, membaca laporan tahunan mereka, menemukan berita terkini tentang mereka, menganalisis profil LinkedIn para eksekutifnya, dan menghasilkan brief yang bisa kamu baca dalam 10 menit sebelum interview.

Fitur Deep Research tersedia untuk semua pengguna, tapi dengan batasan — pengguna gratis mendapat akses terbatas, pengguna Pro mendapat lebih banyak query per hari, dan pengguna Max mendapat akses prioritas dan model AI yang lebih canggih untuk investigasi yang lebih kompleks.

Voice Mode: Tanya Tanpa Mengetik

Comet untuk iPhone hadir dengan Voice Mode — kemampuan untuk berbicara langsung dengan Comet Assistant menggunakan suara, hands-free, saat sedang browsing.

Yang menarik: Voice Mode di Comet bukan hanya "buka Siri tapi lebih pintar". Ia memiliki konteks penuh tentang apa yang sedang kamu baca — kamu bisa mengajukan pertanyaan tentang halaman yang terbuka, meminta ringkasan dari konten yang sedang kamu scroll, atau memberikan instruksi untuk aksi tertentu, semuanya dengan suara.

Sangat berguna ketika kedua tanganmu sedang sibuk — memasak sambil membaca resep, mengemudi sambil butuh informasi (dengan aman menggunakan mode hands-free), atau sedang dalam situasi di mana mengetik tidak nyaman.

Hybrid Search: Mesin Pencari dan AI dalam Satu Kotak

Comet tidak membuangmu sepenuhnya ke dunia AI generatif. Ia menggunakan pendekatan hybrid yang cerdas: untuk query sederhana yang punya jawaban faktual jelas (skor pertandingan olahraga, nilai tukar mata uang, jadwal pesawat), kamu mendapat hasil pencarian web standar yang cepat dan langsung.

Tapi untuk query yang lebih kompleks dan membutuhkan analisis mendalam (perbandingan produk, pemahaman tentang topik baru, research decision-making), Perplexity Assistant mengambil alih dan memberikan respons yang jauh lebih komprehensif.

Transisi antara keduanya terjadi secara otomatis berdasarkan jenis pertanyaan yang kamu ajukan — tidak perlu memilih mode secara manual.

Multi-AI Model: Pilih "Otak" Browser Kamu

Ini adalah fitur yang sangat jarang ada di browser lain: kamu bisa memilih model AI mana yang mengoperasikan Comet Assistant.

Opsi yang tersedia mencakup model dari OpenAI (GPT-4o dan variansnya), Anthropic (Claude), Google (Gemini), dan Meta (Llama) — ditambah model proprietary Perplexity sendiri. Setiap model memiliki keunggulan berbeda: beberapa lebih baik untuk analisis logis, beberapa lebih baik untuk kreativitas, beberapa lebih cepat untuk query sederhana.

Untuk pengguna reguler, model default Perplexity sudah sangat capable. Tapi bagi pengguna yang sudah akrab dengan ekosistem AI tertentu dan tahu di mana keunggulan masing-masing model berada, kemampuan untuk memilih ini adalah fitur yang sangat diapresiasi.

Ad Blocker Bawaan

Comet hadir dengan pemblokir iklan bawaan yang bekerja langsung di level browser — menghasilkan pengalaman browsing yang jauh lebih bersih dari website-website yang dipenuhi iklan, pop-up, dan tracking script.

Dan di sinilah kita sampai pada ironi terbesar yang perlu dibahas secara jujur.

Ironi Terbesar: Ad Blocker yang Menjual Data Kamu ke Pengiklan

Ini adalah bagian yang tidak banyak disorot dalam pengumuman peluncuran Comet — tapi sangat penting untuk dipahami sebelum kamu memutuskan menggunakannya sebagai browser utama.

Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi oleh MacRumors dan beberapa media lainnya, Perplexity mengumpulkan riwayat browsing dan pencarian dari pengguna Comet untuk membuat profil penargetan iklan. Data ini kemudian digunakan untuk menayangkan iklan yang dipersonalisasi kepada pengguna.

Biarkan paradoks ini meresap sejenak: Comet memblokir iklan dari website yang kamu kunjungi, tapi mengumpulkan data browsing kamu untuk menayangkan iklan mereka sendiri.

Salah satu komentar paling diupvote di forum MacRumors langsung menangkap ironi ini dengan tepat: "so the browser app has an ad blocking feature but collects history and searches to serve ads? sounds like a mob protection racket."

Analogi "protection racket" ini sangat tepat dalam menggambarkan dinamika yang terjadi: Comet melindungimu dari iklan pihak ketiga yang ada di website, tapi sebagai imbalannya, mereka sendiri mengumpulkan data yang lebih komprehensif dan lebih dalam dari yang bisa dikumpulkan oleh iklan website biasa manapun.

Karena tidak seperti iklan di satu website yang hanya bisa melacak aktivitasmu di website tersebut — Comet, sebagai browser, memiliki visibilitas ke semua website yang kamu kunjungi, semua pencarian yang kamu lakukan, semua konten yang kamu baca, dan semua pertanyaan yang kamu ajukan ke AI. Itu adalah profil yang jauh lebih komprehensif dan bernilai dari sudut pandang pengiklan.

Apakah Ini Bisa Dinonaktifkan?

Berdasarkan informasi yang tersedia saat artikel ini ditulis, tidak ada opsi yang jelas untuk menonaktifkan pengumpulan data ini di tier gratis Comet. Ini adalah trade-off yang Perplexity buat eksplisit sebagai bagian dari model bisnis mereka: layanan gratis disubsidi oleh pendapatan iklan yang dihasilkan dari data pengguna.

Langganan berbayar Pro ($20/bulan) dan Max (hingga $200/bulan) kemungkinan memiliki kebijakan privasi yang berbeda — tapi detail spesifiknya perlu dicek di halaman privasi resmi Perplexity sebelum berlangganan.

Perbandingan dengan Safari dan Browser Lain di iPhone

Dengan kehadiran Comet, lanskap browser di iPhone kini semakin ramai dan semakin beragam. Begini posisi masing-masing:

Safari tetap menjadi pilihan yang paling privat untuk pengguna iPhone yang peduli dengan privasi. Apple tidak mengumpulkan data browsing kamu untuk keperluan iklan — model bisnis Apple berbasis pada penjualan hardware, bukan iklan. Kekurangannya: fitur AI masih terbatas dibanding Comet (Apple Intelligence di Safari belum sepowerful Comet Assistant).

Google Chrome adalah browser dengan market share terbesar di dunia, tapi privasi adalah kelemahannya yang sudah sangat diketahui — Google juga mengumpulkan data browsing untuk keperluan periklanan. Kelebihannya adalah ekosistem ekstensi yang sangat besar dan kompatibilitas yang hampir universal.

Firefox dari Mozilla adalah pilihan yang bagus untuk privasi dengan kemampuan kostumisasi tinggi, tapi integrasi AI-nya masih sangat minimal dibanding Comet.

Comet adalah yang paling powerful dari sisi AI, tapi paling problematis dari sisi privasi di antara semua opsi yang disebutkan — karena model bisnisnya secara eksplisit bergantung pada monetisasi data browsing.

Brave Browser — yang sudah ada lebih lama — memblokir iklan DAN tidak mengumpulkan data browsing untuk dijual ke pengiklan. Ini mungkin adalah perbandingan paling relevan untuk Comet: keduanya menawarkan ad blocking, tapi Brave melakukannya tanpa trade-off privasi yang sama.

Konteks yang Lebih Luas: Perang Browser AI di iPhone

Comet hadir di tengah persaingan yang semakin sengit di kategori yang belum ada setahun lalu: AI-first browser.

OpenAI sedang mengembangkan browser AI bernama ChatGPT Atlas yang sudah tersedia di macOS dan sedang dalam proses peluncuran untuk Windows, iOS, dan Android. Jika Atlas hadir di iPhone, Comet akan menghadapi pesaing yang didukung oleh yang mungkin adalah nama AI paling terkenal di dunia.

Google sudah mengintegrasikan AI (Gemini) langsung ke Chrome di berbagai platform, dan versi mobile Chrome di iOS juga sudah mendapatkan fitur AI serupa.

Microsoft mengintegrasikan Copilot berbasis GPT ke dalam Edge, dengan fitur-fitur yang semakin mendekati apa yang Comet tawarkan.

Di tengah persaingan ini, keunggulan Comet ada pada dua hal: kedalaman integrasi AI yang jauh lebih native dibanding pesaing yang mengintegrasikan AI sebagai fitur tambahan, dan fleksibilitas pemilihan model AI yang tidak dimiliki pesaing manapun saat ini.

Kelemahannya — selain kontroversi privasi — adalah tidak adanya dukungan ekstensi di versi iOS. Salah satu alasan banyak pengguna bertahan dengan Chrome atau Safari adalah ekosistem ekstensi yang sudah mereka bangun. Comet untuk iPhone tidak mendukung ekstensi — sebuah batasan yang signifikan untuk pengguna yang sudah bergantung pada password manager, ad blocker pihak ketiga, atau tool produktivitas berbasis ekstensi tertentu.

Harga: Dari Gratis hingga Rp 3 Juta per Bulan

Struktur harga Comet mencerminkan ambisinya sebagai produk premium:

Gratis: Akses ke fitur dasar Comet termasuk AI browsing dan Deep Research dengan kuota terbatas. Ini adalah tier yang didanai oleh iklan berbasis data penggunamu.

Perplexity Pro ($20/bulan, sekitar Rp 330.000): Akses ke model AI yang lebih canggih, kuota Deep Research yang lebih banyak, dukungan untuk pertanyaan lebih kompleks, dan kemungkinan kebijakan privasi yang lebih baik.

Perplexity Max ($200/bulan, sekitar Rp 3,3 juta): Akses ke semua fitur tanpa batasan, model AI paling canggih, prioritas akses ke fitur baru, dan kemampuan investigasi mendalam untuk pengguna enterprise atau peneliti.

Sebagai perbandingan: Apple Intelligence di Safari iPhone sudah gratis untuk semua pengguna iPhone 15 Pro ke atas dan seluruh iPhone 16 dan 17 series — tanpa biaya langganan, dan tanpa pengumpulan data browsing untuk iklan.

Cara Mengunduh dan Mencoba Comet untuk iPhone

Bagi yang ingin mencoba Comet dan memutuskan sendiri apakah trade-off-nya worth it, prosesnya sangat mudah:

Comet tersedia gratis di App Store — cari "Comet AI Browser" atau "Comet Perplexity". Unduh, instal, dan buat akun Perplexity (bisa menggunakan akun Google atau Apple yang sudah ada).

Beberapa hal yang perlu dilakukan pertama kali setelah instal: tinjau pengaturan privasi di profil akun dan pahami data apa yang dikumpulkan. Eksplorasi fitur Deep Research dengan topik yang kamu minati untuk merasakan sendiri seberapa powerful kemampuannya. Dan sebelum menjadikannya browser default iPhone, pertimbangkan dengan matang apakah profil penggunaan browsing harianmu sepadan untuk diketahui Perplexity dan mitra pengiklan mereka.

Untuk mengatur Comet sebagai browser default iPhone: buka Pengaturan → Comet dan pilih "Atur sebagai Browser Default". Tapi sekali lagi — pertimbangkan implikasi privasinya sebelum melakukan ini.

Yang Perlu Diperhatikan: Privasi Digital di Era AI

Kehadiran Comet membawa diskusi yang lebih besar tentang bagaimana kita sebagai pengguna smartphone mendekati privasi digital di era AI.

Di era sebelumnya, risiko privasi di browser terutama datang dari cookie tracker dan fingerprinting yang dilakukan oleh website pihak ketiga. Browser seperti Safari dan Firefox mengambil langkah aktif untuk memblokir mekanisme tracking ini.

Tapi di era AI browser, dimensinya berubah secara fundamental. AI yang bisa membaca, memahami, dan merangkum konten web jauh lebih berharga sebagai sumber data dibanding sekadar URL yang pernah dikunjungi. Jika Comet Assistant memahami bahwa kamu sedang meneliti kondisi medis tertentu, mempertimbangkan investasi di sektor tertentu, atau sedang dalam proses mencari pekerjaan baru — itu adalah informasi yang nilainya jauh melebihi sekedar "pengguna ini pernah mengunjungi website X".

Pertanyaan yang perlu kamu tanyakan kepada diri sendiri sebelum mengadopsi Comet sebagai browser utama: Apakah nilai fitur AI yang ditawarkan sepadan dengan tingkat pemahaman yang kamu berikan kepada Perplexity tentang browsing dan research habits kamu?

Tidak ada jawaban yang benar atau salah secara universal — ini sangat bergantung pada profil penggunaan dan prioritas privasimu. Tapi ini adalah pertanyaan yang perlu ditanya secara sadar, bukan diabaikan.

Koneksi dengan iPhone: Pastikan Perangkatmu Mendukung

Comet untuk iPhone membutuhkan iOS 17 atau lebih baru untuk berjalan. Ini berarti iPhone X ke atas sudah kompatibel (iPhone X mendukung iOS 16 tapi tidak iOS 17) — jadi secara praktis, iPhone 11 ke atas adalah perangkat yang bisa menjalankan Comet.

Untuk pengalaman terbaik dengan fitur AI yang lebih intensif seperti Deep Research dan Voice Mode, iPhone dengan chip A16 atau lebih baru (iPhone 14 Pro ke atas, atau seluruh iPhone 15 dan 16 series) akan memberikan respons yang jauh lebih cepat dan lebih mulus.

Jika iPhone kamu terasa lambat saat menjalankan aplikasi berbasis AI seperti Comet — bukan hanya Comet, tapi juga aplikasi AI lainnya — ini sering kali bukan masalah dari aplikasinya, tapi dari kondisi hardware iPhone itu sendiri. Baterai yang sudah degradasi, misalnya, bisa menyebabkan sistem manajemen daya membatasi performa chip, yang pada akhirnya membuat semua operasi intensif AI terasa lebih lambat dari yang seharusnya.

Jika iPhone kamu mengalami masalah performa atau kondisi hardware yang perlu diperhatikan, Forto.id siap membantu. Sebagai pusat service apple dan service iPhone terpercaya di Surabaya, kami menangani semua kebutuhan perawatan dan perbaikan iPhone dengan standar teknis yang tidak main-main.

Kami juga melayani service android untuk semua brand: Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme, Google Pixel, dan banyak lagi.

Kesimpulan: Browser yang Memaksa Kamu Berpikir Tentang Harga Sebenarnya

Perplexity Comet untuk iPhone adalah produk yang genuinely impressive dari sisi kemampuan teknis. Deep Research yang bisa menggantikan jam riset manual dengan menit. Voice Mode yang memungkinkan browsing hands-free dengan AI kontekstual. Hybrid search yang memahami kapan kamu butuh jawaban cepat dan kapan butuh analisis mendalam. Fleksibilitas memilih model AI sesuai kebutuhan. Semua itu adalah fitur yang nyata dan berguna.

Tapi "gratis" di sini tidak berarti tanpa biaya. Harga yang kamu bayar adalah data browsing kamu — yang dalam kasus browser AI, jauh lebih berharga dan jauh lebih pribadi dari sekadar riwayat kunjungan URL.

Apakah Comet layak dicoba? Ya — terutama untuk pengguna yang banyak melakukan research intensif dan bisa memanfaatkan Deep Research secara maksimal. Tapi jadikan dirimu pengguna yang sadar dan kritis: tinjau pengaturan privasi, pahami apa yang kamu setujui, dan pertimbangkan apakah tier berbayar dengan perlindungan privasi yang lebih baik lebih sesuai dengan kebutuhan dan nilaimu.

Dan ingat: Safari yang sudah terinstal di iPhone kamu secara default — dengan Apple Intelligence yang semakin powerful di iOS 26, dengan komitmen privasi Apple yang sudah terbukti — mungkin masih merupakan pilihan terbaik untuk mayoritas pengguna iPhone di Indonesia yang mengutamakan keseimbangan antara kemampuan AI dan privasi digital.

Pantau terus perkembangan aplikasi dan tips iPhone terbaru di blog Forto.id — pusat service HP Surabaya terpercaya yang tidak hanya memperbaiki perangkatmu, tapi juga membantu kamu menavigasi era teknologi yang terus berubah dengan pemahaman yang jernih. 📱🔧

Kami spesialis di bidang perbaikan kerusakan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple, iPhone, iPad , MacBook, iWacth, Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony.

Keuntungan Service di Forto Premium Gadget Repair Service Surabaya :

  • Mendengarkan dan memahami terlebih dahulu keluhan calon customer dengan detail.

  • Konsultasi dan Check-Up kerusakan secara gratis.

  • Pengerjaan yang transparan dan dapat dilihat langsung dalam proses pengerjaan

  • Pengerjaan yang relatif cepat dan bisa ditunggu dalam 15 menit – 2 jam pengerjaan.

  • Melakukan proses pengerjaan berdasarkan Analisa dan Observasi sesuai dengan SOP yang berlaku di Forto.id.

  • Harga kompetitif dengan hasil yang maksimal dan bergaransi Panjang (1 – 6 Bulan Garansi)

Untuk menjamin kepuasan pelanggan akan layanan service perbaikan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple,iphone,iPad,MacBook,iWacth,Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony Anda miliki langsung ditangani sendiri oleh teknisi berpengalaman dan profesional. Segala komponen dan peralatan yang memadai didukung ketersediaan sparepart yang original dan kami hanya membutuhkan waktu 1 jam termasuk menguji perangkat Apple Anda dengan Komponen baru setelah proses perbaikan Anda tidak perlu menunggu lama anda juga bisa melihat langsung proses pengerjaannya.

Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Manyar No.57

Ingin berkonsultasi masalah Gadget anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut: