GILA! Untuk Pertama Kalinya dalam 14 Tahun, iPhone Berhasil Menyamai — Bahkan Melampaui — Samsung sebagai Raja Smartphone Dunia! Ini Bukan Kebetulan, Ini Strategi (Analisis Forto.id)
Ada sebuah momen dalam sejarah industri teknologi yang pelan-pelan terjadi sepanjang 2025 — begitu pelan hingga banyak yang tidak menyadarinya sampai angka-angka resmi akhirnya dirilis. Momen itu adalah ini: Apple, untuk....
IPHONEAPPLE
Septa
3/12/20268 min read


Ada sebuah momen dalam sejarah industri teknologi yang pelan-pelan terjadi sepanjang 2025 — begitu pelan hingga banyak yang tidak menyadarinya sampai angka-angka resmi akhirnya dirilis.
Momen itu adalah ini: Apple, untuk pertama kalinya sejak 2011, kembali naik ke puncak industri smartphone global — menyamai bahkan melampaui Samsung dalam berbagai metrik pengiriman dan produksi, setelah hampir satu setengah dekade berjalan di posisi kedua.
Laporan terbaru dari lembaga riset TrendForce, dirilis 9 Maret 2026, mengungkap angka final produksi smartphone global 2025 yang mengejutkan banyak analis: Apple dan Samsung masing-masing memproduksi hampir 240 juta unit smartphone sepanjang tahun — sebuah seri yang membuat keduanya duduk berdampingan di puncak podium produksi global untuk pertama kalinya. Sementara lembaga riset IDC yang menggunakan metrik pengiriman (shipments) bahkan menyebut Apple sebagai pemimpin pasar global dengan pangsa 20%, mengalahkan Samsung yang ada di 19%.
Dua angka dari dua metodologi berbeda, satu kesimpulan yang sama: iPhone sudah mengubah peta kekuatan industri smartphone global secara fundamental.
Dan cerita di balik angka-angka ini jauh lebih menarik dari yang terlihat di permukaan.
Empat Belas Tahun yang Panjang: Perjalanan iPhone dari Nol ke Puncak
Untuk memahami betapa luar biasanya pencapaian ini, kita perlu mundur ke 2011.
Pada tahun itu, Samsung memulai sebuah era dominasi yang terasa hampir tidak tergoyahkan. Galaxy S II menjadi salah satu smartphone Android terlaris sepanjang masa. Samsung membangun keunggulan ganda yang mengerikan: mereka tidak hanya menjual smartphone, tapi juga memproduksi komponen-komponen kritis yang dibutuhkan hampir semua produsen smartphone lain — layar OLED, chip memori DRAM dan NAND, sensor kamera. Sebuah integrasi vertikal yang membuat Samsung seolah-olah bermain catur di papan yang mereka sendiri yang membuatnya.
Apple, meskipun sudah menciptakan revolusi smartphone dengan iPhone pertama pada 2007, terus berjalan di posisi kedua dari sisi volume — karena strategi Apple yang memang tidak pernah bermain di segmen bawah pasar. Samsung mengisi setiap segmen dari Rp 1 juta hingga Rp 25 juta ke atas; Apple hanya bermain dari segmen menengah atas ke premium. Secara alamiah, volume Samsung selalu lebih besar.
Empat belas tahun berlalu. Dan di 2025, dinamika itu akhirnya bergeser.
Apa yang Terjadi di 2025: Tiga Faktor Kunci
Pergeseran ini bukan kebetulan dan bukan fluke sesaat. Ada tiga faktor struktural yang secara bersamaan bekerja mendorong iPhone ke puncak di 2025:
Faktor Pertama: iPhone 17 yang Tepat Sasaran di Harga dan Fitur
TrendForce secara eksplisit menyebut bahwa seri iPhone 17 mendapat keuntungan dari penetapan harga ritel yang tepat sasaran — sebuah pujian yang tidak biasa dari lembaga riset yang biasanya berbicara dalam angka dingin. Ini bukan sekadar soal harga murah; ini soal Apple menemukan titik manis antara nilai yang ditawarkan dan harga yang diminta, di momen yang tepat.
IDC melaporkan bahwa produksi Apple di kuartal keempat 2025 melonjak lebih dari 50% secara kuartal ke kuartal— kenaikan dramatis yang didorong oleh permintaan iPhone 17 yang jauh melampaui proyeksi awal. Angka pengiriman Apple di Q4 2025 mencapai 81,3 juta unit, berkontribusi pada 24,2% pangsa pasar global dalam satu kuartal saja — angka yang luar biasa untuk perusahaan yang hanya menjual iPhone di segmen premium.
Counterpoint Research mencatat bahwa sepanjang 2025, Apple mencapai rekor pengiriman dengan lebih dari 247 juta iPhone — pertumbuhan 10% dibanding 2024, tertinggi di antara lima besar produsen smartphone dunia. Pendapatan Apple dari iPhone di 2025 diproyeksikan melampaui 261 miliar dolar, naik 7,2% dari tahun sebelumnya.
Faktor Kedua: Kebangkitan Dahsyat di China — Pasar yang Sempat Hilang
Salah satu cerita paling dramatis di balik kesuksesan iPhone 17 adalah kebangkitan Apple di pasar China — yang selama beberapa tahun sebelumnya menjadi mimpi buruk bagi Cupertino. Larangan penggunaan iPhone oleh pegawai pemerintah China, bangkitnya Huawei dengan chip lokal, dan meningkatnya nasionalisme konsumen sempat memukul Apple dengan keras di pasar terbesar dunia itu.
Tapi iPhone 17 membalik cerita tersebut secara dramatis. IDC melaporkan bahwa Apple menduduki posisi nomor satu di China pada Oktober dan November 2025 dengan pangsa lebih dari 20% — jauh meninggalkan kompetitor. Proyeksi awal IDC untuk China adalah penurunan 1% untuk Apple di 2025; kenyataannya justru tumbuh positif 3% — sebuah pembalikan yang IDC sendiri sebut sebagai "fenomenal".
Faktor Ketiga: Program Subsidi China dan Siklus Upgrade Global
Paruh pertama 2025 mendapat dorongan dari program subsidi smartphone pemerintah China yang menstimulasi permintaan secara masif di pasar domestik — dan ironisnya, ini menguntungkan iPhone yang harganya premium sekalipun, karena subsidi tersebut juga berlaku untuk produk Apple yang dijual resmi di China.
Di luar China, siklus upgrade global yang dipicu oleh momentum AI dan iPhone 17 mendorong konsumen yang sebelumnya menunda pembelian untuk akhirnya melakukan upgrade. Smartphone yang dibeli pada masa pandemi COVID-19 (2020-2021) sudah mencapai usia empat hingga lima tahun — usia di mana sebagian besar pengguna mulai merasakan perbedaan performa yang signifikan dan mulai serius mempertimbangkan upgrade.
Dua Cara Menghitung, Satu Kesimpulan: Apple di Puncak
Menarik untuk dicatat bahwa artikel ini mengacu pada laporan TrendForce yang menggunakan metrik produksi(production) — berapa unit yang diproduksi pabrik — sementara IDC dan Counterpoint menggunakan metrik pengiriman (shipments) — berapa unit yang benar-benar dikirimkan ke distributor dan pengecer.
Kedua metrik ini sah dan keduanya relevan, tapi sedikit berbeda:
Dalam metrik produksi (TrendForce): Apple dan Samsung keduanya memproduksi hampir 240 juta unit — seri teknis. Ini mencerminkan bahwa Apple sudah memesan komponen dan menjalankan lini produksi sebesar Samsung untuk pertama kalinya.
Dalam metrik pengiriman (IDC, Counterpoint): Apple justru memimpin dengan 20% pangsa pasar vs Samsung 19% (Counterpoint), atau Apple di posisi nomor satu dengan catatan rekor pengiriman tahunan (IDC). Di Q4 2025 saja, Apple mengirimkan 81,3 juta unit vs Samsung 61,2 juta unit — selisih yang cukup besar di kuartal terpenting sepanjang tahun.
Artinya: jika TrendForce menyebutnya "seri" karena menggunakan data produksi setahun penuh, data pengiriman dari IDC dan Counterpoint justru menunjukkan Apple sudah melampaui Samsung secara keseluruhan. Apple menjadi pemimpin pasar smartphone global 2025 — untuk pertama kalinya dalam 14 tahun.
Peta Persaingan Lengkap: Siapa di Mana?
Di luar pertarungan sengit di posisi satu dan dua, peta persaingan smartphone global 2025 membentuk hierarki yang menarik untuk dibaca:
Xiaomi (termasuk Redmi dan POCO) bertahan di posisi ketiga dengan produksi sekitar 170 juta unit — angka yang mengesankan dan mempertegas posisi Xiaomi sebagai pemain kelas dunia yang tidak bisa diremehkan. Di Indonesia sendiri, Xiaomi adalah salah satu brand yang paling agresif dan sangat relevan bagi pasar menengah.
OPPO (termasuk OnePlus dan Realme) berada di posisi keempat dengan 143 juta unit. Brand ini sangat relevan bagi pembaca di Indonesia — Realme khususnya adalah salah satu pemain paling aktif di segmen entry-level dan mid-range tanah air.
Vivo (termasuk iQOO) di posisi kelima, diikuti Transsion (TECNO, Infinix, itel) di posisi keenam — meski Transsion mengalami pemotongan produksi tajam sebesar 28% di Q4 karena tekanan harga memori dan koreksi inventori di pasar berkembang.
Honor di posisi ketujuh setelah akselerasi produksi di akhir 2025, dan Lenovo (termasuk Motorola) di posisi kedelapan dengan sekitar 61 juta unit.
Yang menarik dari peta ini: jarak antara Apple/Samsung dan sisanya sangat besar. Posisi satu dan dua masing-masing hampir 240 juta unit; posisi tiga (Xiaomi) ada di 170 juta. Dunia smartphone global 2025 adalah dunia yang semakin dikuasai duopoli premium Apple-Samsung.
Bayangan yang Mengintai: Tahun 2026 Tidak Akan Semudah 2025
Di balik semua angka positif ini, ada peringatan serius yang perlu diperhatikan — terutama bagi pengguna yang sedang mempertimbangkan pembelian smartphone baru.
TrendForce, IDC, dan Counterpoint semuanya sepakat pada satu proyeksi yang tidak menggembirakan: pasar smartphone global 2026 akan mengalami kontraksi signifikan. TrendForce memproyeksikan penurunan setidaknya 10% dari 1,254 miliar unit di 2025 menjadi sekitar 1,135 miliar unit di 2026. IDC memiliki proyeksi yang sedikit lebih moderat tapi tetap negatif.
Penyebabnya satu: krisis harga memori.
Harga chip DRAM dan NAND — dua jenis memori yang ada di setiap smartphone — tengah melonjak secara dramatis akibat kekurangan pasokan yang disebut IDC sebagai "unprecedented supply chain disruption" (gangguan rantai pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya). Ini bukan isu yang akan selesai dalam sebulan atau dua bulan — ini adalah kondisi struktural yang akan menekan seluruh industri sepanjang 2026.
Implikasinya langsung dan sangat nyata bagi konsumen:
Harga smartphone baru di 2026 kemungkinan besar akan naik — terutama di segmen entry-level dan mid-range yang lebih sensitif terhadap kenaikan biaya komponen. Produsen yang memilih untuk tidak menaikkan harga akan dipaksa menurunkan spesifikasi untuk mempertahankan margin.
iPhone sendiri tidak sepenuhnya imun dari tekanan ini, meski Apple memiliki skala dan hubungan dengan pemasok yang memungkinkan mereka menegosiasikan harga lebih baik dari brand-brand kecil. TrendForce bahkan menyarankan Apple untuk mengadopsi strategi harga yang lebih agresif di 2026 jika ingin mempertahankan momentum penjualan — sebuah saran yang menarik mengingat Apple sangat jarang memotong harga produknya.
Apa Artinya Ini untuk Pengguna di Indonesia?
Konteks global ini punya implikasi yang sangat konkret bagi pengguna smartphone di Indonesia — baik pengguna iPhone maupun Android.
Jika kamu sedang mempertimbangkan upgrade ke iPhone: 2025 adalah tahun terbaik untuk masuk ke ekosistem iPhone dalam beberapa tahun terakhir — harga iPhone 17e yang baru dirilis di $599 (sekitar Rp 9-10 juta sebelum pajak impor) membuka pintu masuk ke ekosistem yang sekarang sudah dilengkapi MagSafe dan chip A19 terbaru. Keberhasilan iPhone 17 series secara global mengonfirmasi bahwa Apple berhasil menemukan formula harga dan fitur yang tepat — dan iPhone 17e adalah versi paling terjangkau dari formula tersebut.
Jika kamu pengguna Android: Persaingan yang semakin sengit antara Apple dan Samsung di puncak pasar pada akhirnya menguntungkan semua konsumen. Ketika dua pemimpin pasar berlomba menghadirkan inovasi terbaik, brand-brand lain seperti Xiaomi, OPPO, Vivo, dan Realme ikut terdorong untuk berinovasi agar tidak tertinggal.
Soal harga 2026: Jika proyeksi kontraksi pasar akibat krisis memori benar-benar terwujud, ini adalah signal yang sangat kuat untuk tidak menunda pembelian smartphone baru jika memang sudah dibutuhkan. Harga yang tersedia sekarang mungkin lebih baik dari yang akan ada enam bulan ke depan.
Dari Perspektif Service HP: Apa yang Berubah?
Dominasi duopoli Apple-Samsung yang semakin menguat di pasar global juga punya implikasi menarik di industri service HP dan perbaikan smartphone.
Ketika dua brand ini semakin mendominasi — Apple dengan 20% dan Samsung dengan 19% — basis pengguna kedua brand ini di Indonesia juga terus tumbuh. Ini berarti kebutuhan service apple dan service iPhone di satu sisi, serta service android untuk Samsung, Xiaomi, OPPO, Vivo, dan Realme di sisi lain, akan terus meningkat.
Bagi Forto.id, ini adalah konfirmasi dari tren yang sudah kami rasakan langsung: semakin banyak pengguna iPhone di Surabaya yang membutuhkan layanan service iPhone profesional — mulai dari penggantian baterai, perbaikan layar, hingga penanganan masalah hardware yang lebih kompleks.
Dan dengan proyeksi harga smartphone yang akan naik di 2026 akibat krisis memori, merawat dan memperbaiki smartphone yang sudah ada menjadi keputusan finansial yang semakin masuk akal dibanding langsung membeli perangkat baru.
Forto.id: Siap Melayani Era Dominasi iPhone
Apapun yang terjadi di lanskap global, satu hal yang pasti: iPhone ada di genggaman semakin banyak orang, dan setiap iPhone yang beredar pada akhirnya akan membutuhkan perawatan dan perbaikan dari tangan yang tepercaya.
Forto.id hadir sebagai pusat service apple dan service iPhone terpercaya di Surabaya — dengan teknisi berpengalaman yang memahami seluk-beluk setiap generasi iPhone, dari iPhone 6s hingga iPhone 17 series terbaru. Kami menggunakan komponen berkualitas dengan prosedur yang mengutamakan keamanan data dan integritas perangkat kamu.
Kami juga melayani service android untuk semua brand besar yang ada di peta persaingan global itu: Samsung, Xiaomi, OPPO, Vivo, Realme, Google Pixel, dan banyak lagi.
Di era ketika service HP yang bisa dipercaya semakin dibutuhkan, Forto.id hadir dengan standar yang tidak main-main: diagnosis akurat, estimasi biaya transparan sebelum pengerjaan dimulai, dan jaminan kualitas pada setiap perbaikan.
Kesimpulan: Sebuah Titik Balik Sejarah yang Layak Dicatat
Angka-angka dari TrendForce, IDC, dan Counterpoint untuk 2025 bukan sekadar laporan kuartalan yang akan terlupakan bulan depan. Ini adalah penanda titik balik dalam sejarah industri smartphone — momen ketika Apple, setelah 14 tahun berjalan di posisi kedua dari sisi volume, akhirnya mencapai puncak yang selama ini seperti tak terjangkau.
Ini bukan hanya kemenangan Apple atas Samsung. Ini adalah kemenangan strategi "lebih sedikit produk, lebih tinggi kualitas" atas strategi "isi semua segmen". Ini adalah konfirmasi bahwa ekosistem yang kuat, loyalitas pengguna yang dalam, dan inovasi yang konsisten pada akhirnya mengalahkan volume semata.
Dan dengan iPhone Fold yang akan hadir September 2026 untuk memasuki kategori yang sama sekali baru, serta iPhone 17e yang baru membuka pintu masuk ke ekosistem iPhone bagi jutaan pengguna baru — bab selanjutnya dari dominasi iPhone di pasar global baru saja dimulai.
Pantau terus perkembangan industri smartphone dan tips terbaru di blog Forto.id — pusat service HP Surabayaterpercaya yang selalu menghadirkan perspektif yang jernih tentang dunia teknologi yang terus bergerak cepat. 📱🔧
Kami spesialis di bidang perbaikan kerusakan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple, iPhone, iPad , MacBook, iWacth, Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony.
Keuntungan Service di Forto Premium Gadget Repair Service Surabaya :
Mendengarkan dan memahami terlebih dahulu keluhan calon customer dengan detail.
Konsultasi dan Check-Up kerusakan secara gratis.
Pengerjaan yang transparan dan dapat dilihat langsung dalam proses pengerjaan
Pengerjaan yang relatif cepat dan bisa ditunggu dalam 15 menit – 2 jam pengerjaan.
Melakukan proses pengerjaan berdasarkan Analisa dan Observasi sesuai dengan SOP yang berlaku di Forto.id.
Harga kompetitif dengan hasil yang maksimal dan bergaransi Panjang (1 – 6 Bulan Garansi)
Untuk menjamin kepuasan pelanggan akan layanan service perbaikan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple,iphone,iPad,MacBook,iWacth,Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony Anda miliki langsung ditangani sendiri oleh teknisi berpengalaman dan profesional. Segala komponen dan peralatan yang memadai didukung ketersediaan sparepart yang original dan kami hanya membutuhkan waktu 1 jam termasuk menguji perangkat Apple Anda dengan Komponen baru setelah proses perbaikan Anda tidak perlu menunggu lama anda juga bisa melihat langsung proses pengerjaannya.
Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Manyar No.57
Ingin berkonsultasi masalah Gadget anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut:
Whatsapp : 0853-8555-7757
Instagram : @forto_id
TikTok : @forto_id
Youtube : @forto_id
Google Bisnis : Forto Premium Gadget Repair Service
HomePage : Forto.id
© 2025. Forto All rights reserved.
Social Media
BANTUAN
FAQ
Pembayaran
Garansi
Kebijakan Privacy
tanya kami
Kerusakan Gadget Anda
Claim Garansi
Ketersediaan Spareparts