iOS 26 adalah Update yang Paling Banyak DIBENCI Pengguna iPhone dalam Sejarah — dan iOS 27 Mungkin Punya Jawabannya! Inilah Fitur Baru yang Apple Coba Hadirkan untuk Meredam Kemarahan Jutaan Pengguna (Analisis Mendalam Forto.id)

Ada sebuah angka yang seharusnya membuat seluruh tim desain Apple tidak bisa tidur nyenyak. Ketika iOS 18 dirilis pada September 2024, data dari MacRumors menunjukkan bahwa dalam waktu kurang dari....

IPHONEAPPLE

Septa

3/16/202611 min read

Ada sebuah angka yang seharusnya membuat seluruh tim desain Apple tidak bisa tidur nyenyak.

Ketika iOS 18 dirilis pada September 2024, data dari MacRumors menunjukkan bahwa dalam waktu kurang dari empat bulan, 89,3% pengunjung mereka — yang mayoritas adalah pengguna iPhone yang tech-savvy — sudah beralih ke iOS 18. Angka adopsi yang luar biasa, mencerminkan antusiasme yang sehat terhadap update baru.

Ketika iOS 26 dirilis pada September 2025 dengan "Liquid Glass" sebagai perubahan desain terbesarnya, data yang sama menunjukkan angka yang sangat berbeda: di periode yang identik, hanya 25,7% pengguna yang sudah pindah ke iOS 26.

Dari 89,3% turun menjadi 25,7%. Hampir tiga kali lebih lambat adopsinya. Di komunitas yang sama, di periode yang sama.

Ini bukan sekadar "pengguna yang perlu waktu untuk adaptasi". Ini adalah sinyal penolakan yang tidak pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah iOS modern — dan Apple, berdasarkan laporan terbaru dari Mark Gurman di newsletter Power On miliknya pada 15 Maret 2026, tampaknya mulai serius merespons dengan fitur baru yang direncanakan hadir di iOS 27: sebuah slider yang memungkinkan pengguna menyesuaikan tampilan Liquid Glass di seluruh sistem secara bebas dan presisi.

Ini adalah cerita tentang desain yang ambisius, pengguna yang frustrasi, dan sebuah perusahaan yang mencoba menyeimbangkan visi jangka panjangnya dengan kenyataan pengalaman harian jutaan pengguna iPhone.

Apa Itu Liquid Glass dan Mengapa Apple Membuatnya?

Untuk memahami kontroversi ini sepenuhnya, kita perlu mulai dari awal: apa sebenarnya Liquid Glass itu?

Liquid Glass adalah nama yang Apple berikan untuk bahasa desain visual baru yang diperkenalkan di iOS 26 — perubahan desain terbesar sejak iOS 7 membalikkan seluruh estetika iPhone dari skeuomorphic (ikon yang terlihat seperti objek nyata) menjadi flat design pada 2013.

Secara visual, Liquid Glass mengubah hampir seluruh elemen antarmuka iPhone menjadi transparan dan reflektif, seolah-olah dibuat dari kaca yang bisa ditembus cahaya. Ikon aplikasi di home screen kini semi-transparan, memperlihatkan latar belakang wallpaper di baliknya. Tombol-tombol di berbagai aplikasi memiliki efek blur dan refleksi cahaya yang berubah sesuai gerakan iPhone. Notifikasi muncul sebagai gelembung kaca mengapung. Jam di lock screen berkilauan seperti kaca yang terkena sinar matahari.

Di atas kertas — dan di atas panggung WWDC 2025 saat Alan Dye dari tim Human Interface Apple memperkenalkannya — Liquid Glass terlihat memukau. Demo-nya mengesankan. Video promonya sinematik dan mewah.

Tapi kemudian orang-orang mulai benar-benar menggunakannya sehari-hari. Dan di situlah masalahnya dimulai.

Badai Kritik yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Dalam hitungan hari setelah iOS 26 dirilis ke publik pada September 2025, forum MacRumors, Reddit r/apple, komunitas Apple Support, dan media sosial dipenuhi oleh gelombang kritik yang — bahkan untuk standar pengguna Apple yang terkenal vokal — terasa luar biasa keras dan meluas.

Berikut adalah daftar keluhan yang paling sering muncul, dikompilasi dari ratusan thread dan ribuan komentar:

Masalah keterbacaan yang serius. Ini adalah kritik nomor satu yang paling konsisten. Elemen antarmuka yang transparan, ketika ditempatkan di atas wallpaper yang ramai atau foto berwarna-warni, menciptakan situasi di mana teks, ikon, dan tombol menjadi sangat sulit dibaca. Seorang pengguna di Apple Support Community menulis: "Mata saya secara harfiah tidak tahan. Sejak update ini saya merasakan tegangan yang langsung. Ini pertama kalinya sejak remaja saya mempertimbangkan untuk membeli HP merek lain."

Performa yang menurun, bahkan di iPhone terbaru. Animasi Liquid Glass yang konstan — kaca yang berkilau, gelembung yang bergerak, transisi yang blur — membutuhkan komputasi grafis yang signifikan. Pengguna iPhone 13 Mini melaporkan baterai habis jauh sebelum akhir hari kerja, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Bahkan pengguna iPhone 16 Pro Max melaporkan lag yang terasa di animasi tertentu. Apple Watch Series 10 disebut mengalami frame rate drop yang signifikan setiap kali ada animasi Liquid Glass.

Masalah aksesibilitas yang tidak bisa diabaikan. Lembaga riset UX paling terpercaya di dunia, Nielsen Norman Group (NN/g), mempublikasikan analisis berjudul "Liquid Glass Is Cracked, and Usability Suffers in iOS 26" yang mengkritik desain ini dari perspektif ilmu usability. Salah satu temuan intinya menyebut bahwa iOS 26 menjadikan antarmuka "gelisah, menuntut perhatian, kurang prediktabel, kurang terbaca, dan terus-menerus mengalihkan fokus daripada mendukung akses yang mulus ke konten."

Analoginya sangat tepat: bayangkan rambu jalan layang di jalan tol dibuat semi-transparan sehingga pemandangan di belakangnya "tembus" ke dalam tulisan rambu. Kamu memang masih bisa membaca rambunya — tapi butuh usaha ekstra yang seharusnya tidak perlu ada.

Inkonsistensi desain yang membingungkan. Sebagian elemen menggunakan Liquid Glass, sebagian lagi tetap flat. Tidak ada logika yang jelas bagi pengguna tentang kapan sebuah elemen akan kaca dan kapan tidak. Ini menciptakan pengalaman visual yang tidak kohesif.

Navigasi yang membutuhkan lebih banyak ketukan. Safari adalah contoh yang paling banyak dikutip: manajemen tab kini membutuhkan langkah tambahan untuk mengakses tab yang sebelumnya langsung terlihat di toolbar. Apple menyebutnya "membawa fokus lebih besar ke konten" — pengguna menyebutnya "friction yang tidak perlu".

Komentar-komentar di artikel MacRumors tentang iOS 27 slider yang terbit 15 Maret 2026 mencerminkan frustrasi ini dengan sangat jelas. Komentar dengan skor tertinggi (32 suara) berbunyi: "Bagaimana kalau ada opsi untuk kembali ke UI sebelumnya yang tidak dibenci oleh mayoritas?" Komentar lain dengan 31 suara: "Aku bukan engineer, jadi mungkin aku tidak mengerti. Tapi, kamu bisa membuat seluruh iOS terlihat buruk. Tapi kamu tidak bisa memberi kami 5 level penyesuaian atau kemampuan untuk kembali ke versi sebelumnya?"

Perbandingan yang Selalu Muncul: iOS 7 dan Pelajaran Sejarah

Tidak mungkin membicarakan kontroversi Liquid Glass tanpa menyebut iOS 7 — redesign besar Apple pada September 2013 yang juga memicu kemarahan massal saat itu.

Sebelum iOS 7, iPhone menggunakan desain skeuomorphic: ikon Notepad terlihat seperti notepad kuning nyata, ikon Game Center terlihat seperti meja poker beludru hijau, ikon Compass terlihat seperti kompas logam sungguhan. Kemudian Scott Forstall digantikan oleh Jony Ive di kepemimpinan desain software, dan iOS 7 tiba dengan flat design yang radikal — ikon-ikon sederhana, tipografi bersih, warna-warna neon.

Reaksi awalnya? Pengguna marah. Forum dipenuhi protes. Orang-orang mengklaim mendapat mual dari animasi zoom baru iOS 7. Petisi online menuntut Apple kembali ke desain lama. Beberapa pengguna bahkan mengklaim bisa muntah karena efek parallax (pergerakan ikon terhadap wallpaper saat iPhone dimiringkan) — sampai Apple kemudian menambahkan opsi "Reduce Motion" sebagai respons.

Dan kemudian? iOS 7 menjadi standar industri. Flat design diadopsi oleh Android, Windows, dan hampir semua platform digital lainnya. Tiga tahun setelah iOS 7, hampir tidak ada yang merindukan ikon Game Center berbentuk meja poker itu.

Apakah Liquid Glass akan mengikuti trajektori yang sama? Mungkin. Tapi ada perbedaan penting yang perlu dicatat: kritik terhadap Liquid Glass tidak hanya datang dari pengguna awam yang tidak suka perubahan — tapi juga dari pakar UX profesional seperti Nielsen Norman Group yang mengidentifikasi pelanggaran prinsip-prinsip usability yang sudah terbukti selama puluhan tahun.

Kritik terhadap iOS 7 lebih banyak bersifat estetis: "Aku tidak suka tampilannya." Kritik terhadap Liquid Glass lebih banyak bersifat fungsional: "Aku tidak bisa membaca teks ini," "HP-ku jadi lebih lambat," "Mataku sakit setelah 20 menit menggunakannya."

Itu adalah perbedaan yang sangat fundamental.

Apa yang Apple Sudah Lakukan: Tiga Langkah Bertahap

Apple bukan tidak mendengar kritik ini. Serangkaian update sejak peluncuran iOS 26 menunjukkan bahwa mereka merespons — meski perlahan dan dengan cara yang sangat terkontrol.

iOS 26.1 — dirilis Oktober 2025 — menambahkan dua pilihan untuk tampilan Liquid Glass: "Clear" (bawaan — transparan penuh, visi original Apple) dan "Tinted" (menambahkan lapisan warna yang memberikan opacity lebih banyak pada elemen antarmuka, sedikit mengurangi transparansi). Perubahan ini bisa diakses melalui Pengaturan → Wallpaper → tampilan Custom.

iOS 26.2 — dirilis November 2025 — membawa sesuatu yang lebih menarik: sebuah slider opacity yang memungkinkan penyesuaian presisi tingkat transparansi Liquid Glass. Tapi dengan satu batasan yang sangat mengecewakan: slider ini hanya berlaku untuk jam di Lock Screen — bukan untuk seluruh sistem. Kamu bisa membuat jam di lock screen lebih opak atau lebih transparan sesuai selera, tapi semua elemen Liquid Glass lainnya di seluruh iOS tetap tidak bisa diubah melalui kontrol yang sama.

iOS 27 — dan inilah berita yang menjadi inti artikel ini.

iOS 27: Slider yang Seharusnya Sudah Ada dari Awal

Berdasarkan laporan Mark Gurman dalam newsletter Power On yang terbit 15 Maret 2026, Apple sedang berusaha menghadirkan versi sistem-lebar dari slider Liquid Glass di iOS 27 — memungkinkan pengguna menyesuaikan tingkat transparansi dan opacity Liquid Glass di seluruh antarmuka iPhone sekaligus, bukan hanya di satu elemen tertentu.

Konteksnya lebih kompleks dari yang terlihat. Gurman mengungkap bahwa Apple sebenarnya sudah mencoba membangun slider sistem-lebar ini untuk iOS 26 — bukan iOS 27. Tapi mereka menghadapi tantangan engineering yang signifikan ketika mencoba mengekstensikannya ke seluruh sistem: tampaknya ada kompleksitas teknis dalam memastikan slider tunggal yang mengubah opacity Liquid Glass bisa berfungsi secara konsisten di ratusan elemen antarmuka yang berbeda, di semua ukuran layar iPhone, tanpa menghasilkan tampilan yang aneh atau crash.

Ketika tantangan itu tidak bisa diselesaikan tepat waktu untuk iOS 26, fitur itu diparkir. Dan sekarang Apple mencoba lagi untuk iOS 27.

Gurman mengakhiri laporannya dengan frasa yang sangat Gurman: "TBD if it lands"to be determined if it lands. Artinya: Apple sedang mengerjakan ini, tapi belum ada jaminan fitur ini akan benar-benar hadir di versi final iOS 27 yang dirilis ke publik.

Mengapa Slider Sistem-Lebar Ini Penting?

Kamu mungkin bertanya: mengapa ini lebih baik dari opsi Clear/Tinted yang sudah ada di iOS 26.1?

Perbedaannya fundamental. Opsi Clear vs Tinted di iOS 26.1 adalah pilihan biner — dua preset yang sudah ditentukan Apple. Kamu tidak bisa menentukan seberapa banyak transparansi yang kamu inginkan; kamu hanya memilih antara dua versi yang sudah Apple rancang.

Slider sistem-lebar memberikan kontrol granular dan personal yang sesungguhnya. Bayangkan dial yang bisa kamu putar dari posisi "Liquid Glass Penuh" di satu ujung hingga "Hampir Tidak Ada Liquid Glass" di ujung lainnya — dan kamu bisa berhenti di titik manapun di antaranya yang paling sesuai dengan preferensi visual dan kebutuhan aksesibilitas kamu secara spesifik.

Bagi pengguna yang mencintai estetika Liquid Glass tapi merasa transparansinya terlalu ekstrem: atur ke 60-70%. Bagi pengguna yang mengalami kesulitan membaca teks tapi tidak ingin kehilangan semua animasi modern iOS 26: atur ke 30-40%. Bagi pengguna yang ingin pengalaman iOS yang sedekat mungkin dengan era sebelum Liquid Glass: atur ke minimal.

Ini bukan kompromi — ini adalah personalisasi sejati yang seharusnya sudah ada sejak awal.

Yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang: Panduan Bertahan di iOS 26

Sambil menunggu iOS 27 dan slider sistem-lebar yang (mungkin) akan hadir, ada beberapa cara untuk membuat pengalaman iOS 26 lebih nyaman jika kamu termasuk pengguna yang terganggu oleh Liquid Glass:

Opsi 1: Reduce Transparency (Paling Drastis)

Buka Pengaturan → Accessibility → Display & Text Size → Reduce Transparency, lalu aktifkan toggle-nya.

Ini adalah opsi nuklir: hampir semua efek transparansi dan blur Liquid Glass akan dihilangkan, digantikan oleh latar belakang solid yang jauh lebih mudah dibaca. Tapi ada trade-off: ikon-ikon yang dibuat khusus untuk Liquid Glass dan beberapa elemen UI lainnya akan terlihat kurang menarik dalam mode ini.

Opsi 2: Increase Contrast (Titik Tengah)

Buka Pengaturan → Accessibility → Display & Text Size → Increase Contrast, aktifkan.

Ini mempertahankan sebagian dari estetika Liquid Glass tapi menambah ketegasan pada batas-batas elemen, meningkatkan kontras teks, dan mengurangi efek blur yang paling agresif. Bagi banyak pengguna, kombinasi Reduce Transparency + Increase Contrast bersama-sama adalah titik manis yang memberi pengalaman iOS 26 yang lebih terbaca sambil tetap mempertahankan karakter modernnya.

Opsi 3: Reduce Motion

Buka Pengaturan → Accessibility → Motion → Reduce Motion, aktifkan.

Ini tidak menghilangkan transparansi, tapi sangat mengurangi animasi — yang berarti lebih sedikit pergerakan visual yang konstan, lebih sedikit parallax, dan secara signifikan bisa membantu pengguna yang mengalami mual, pusing, atau kelelahan visual akibat animasi yang berlebihan. Bonus: konsumsi baterai juga berkurang.

Opsi 4: Clear vs Tinted di Pengaturan Wallpaper

Buka Pengaturan → Wallpaper, tap pada wallpaper yang aktif, dan cari opsi untuk beralih antara "Clear" dan "Tinted". Tinted memberikan lapisan opacity yang lebih banyak pada elemen Liquid Glass, membuatnya sedikit lebih mudah dibaca meski tetap semi-transparan.

iOS 27: Apa Lagi yang Akan Hadir untuk iPhone?

Slider Liquid Glass bukan satu-satunya fitur menarik yang sedang disiapkan untuk iOS 27. Berdasarkan laporan terbaru dari MacRumors dan Gurman, ini gambaran fitur-fitur lain yang sudah diketahui:

Fitur khusus iPhone Fold — iOS 27 adalah sistem operasi yang akan berjalan di iPhone Fold pertama Apple saat diluncurkan September 2026. Ini berarti iOS 27 akan hadir dengan kemampuan multitasking dua aplikasi berdampingan di layar dalam yang lebar — fitur yang belum pernah ada di iPhone sebelumnya.

Revamp Siri yang ditunda — Siri dengan kemampuan conversational AI yang lebih canggih, yang awalnya dijanjikan untuk iOS 26 tapi terus tertunda, kemungkinan besar baru akan hadir di iOS 27.

Apple Intelligence yang lebih dalam — fitur-fitur AI yang lebih terintegrasi ke dalam penggunaan sehari-hari, memanfaatkan peningkatan Neural Engine di chip A20 Pro.

Beta testing iOS 27 dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 di WWDC — masih sekitar tiga bulan dari sekarang — dengan rilis publik diperkirakan September 2026.

Pelajaran Penting dari Kontroversi Ini

Di luar semua perdebatan estetika dan usability, ada pelajaran yang lebih luas dari saga Liquid Glass ini yang relevan untuk siapapun yang mengikuti perkembangan iPhone:

Apple tidak kebal dari kesalahan desain. Ini adalah perusahaan yang sangat berbakat dan sangat disiplin dalam hal desain — tapi bahkan mereka bisa membuat keputusan yang tidak optimal. Kenyataan bahwa data adopsi iOS 26 adalah yang terburuk dalam sejarah iOS modern adalah bukti bahwa bahkan dengan semua sumber daya dan bakat Apple, produk bisa hadir tidak sepenuhnya matang.

Umpan balik pengguna benar-benar berdampak. Kenyataan bahwa Apple menambahkan opsi Clear/Tinted di iOS 26.1, slider Lock Screen di iOS 26.2, dan sekarang sedang mengerjakan slider sistem-lebar untuk iOS 27 — semua dalam merespons kritik pengguna yang sangat vokal — menunjukkan bahwa memberikan feedback langsung ke Apple (melalui Feedback Assistant di iPhone) memang ada gunanya.

"TBD if it lands" adalah pengingat penting. Tidak semua fitur yang sedang dikerjakan Apple akan hadir di versi final. Slider sistem-lebar ini bisa saja kembali mengalami tantangan engineering dan tidak hadir di iOS 27. Optimisme yang terkontrol adalah respons terbaik untuk berita seperti ini.

iPhone Kamu Butuh Kondisi Prima untuk Menikmati iOS Terbaru

Satu hal yang sering tidak dipikirkan pengguna saat membicarakan update iOS: seberapa baik iPhone kamu menjalankan iOS terbaru sangat bergantung pada kondisi hardware-nya.

Liquid Glass dengan semua animasi dan efek transparansinya membutuhkan GPU yang bekerja optimal, baterai yang masih dalam kondisi baik untuk mendukung proses grafis yang lebih intens, dan komponen internal yang tidak terdegradasi akibat kerusakan fisik atau pemakaian berlebihan. iPhone 16 dengan baterai di 75% health akan terasa jauh lebih lambat menjalankan animasi Liquid Glass dibanding iPhone 16 yang baterainya masih di 95%.

Jika iPhone kamu terasa lebih lambat dari biasanya setelah update ke iOS 26 — dan kamu sudah mencoba semua tips aksesibilitas di atas tapi masalah performa tetap ada — ada kemungkinan masalahnya bukan semata-mata di software. Baterai yang degradasi adalah penyebab paling umum performa iPhone yang menurun setelah update iOS besar, karena sistem manajemen daya iPhone akan membatasi performa chip untuk melindungi baterai yang sudah tua.

Forto.id adalah pusat service apple dan service iPhone terpercaya di Surabaya yang siap membantu. Mulai dari diagnosis kondisi baterai iPhone, penggantian baterai dengan komponen berkualitas, hingga perbaikan masalah hardware lain yang mungkin memengaruhi performa iPhone kamu menjalankan iOS terbaru — tim teknisi kami menangani semua generasi iPhone dengan standar yang tidak main-main.

Kami juga melayani service android untuk semua brand: Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme, Google Pixel, dan banyak lagi.

Kesimpulan: Slider yang Ditunggu, Tapi Belum Tentu Datang

iOS 27 dengan slider Liquid Glass sistem-lebar adalah kabar yang disambut baik oleh jutaan pengguna iPhone yang sudah berbulan-bulan merasa terjebak di antara dua pilihan yang sama-sama tidak ideal: menerima Liquid Glass apa adanya, atau mengaktifkan Reduce Transparency yang menghilangkan terlalu banyak dari estetika iOS 26.

Slider granular yang memungkinkan kontrol presisi di antaranya adalah solusi yang elegan, responsif terhadap keluhan pengguna, sekaligus tetap menghormati visi desain Apple yang tidak akan mundur dari Liquid Glass sebagai arah jangka panjang.

Tapi "TBD if it lands" — kata-kata Gurman sendiri — adalah pengingat bahwa ini masih merupakan target, bukan kepastian. Apple sudah mencoba membangunnya untuk iOS 26 dan gagal karena tantangan engineering. Mereka mencoba lagi sekarang. Apakah kali ini berhasil? Kita akan tahu di WWDC Juni 2026.

Yang pasti: Liquid Glass tidak akan pergi. Apple sudah terlalu dalam berkomitmen pada arah desain ini untuk berbalik. Pertanyaannya hanya seberapa banyak kontrol yang akhirnya mereka berikan kepada pengguna untuk menyesuaikannya.

Pantau terus perkembangan iOS 27 dan semua berita terbaru seputar iPhone di blog Forto.id — pusat service HP Surabaya terpercaya yang tidak hanya memperbaiki iPhone kamu, tapi juga menghadirkan analisis teknologi yang jernih dan tidak ikut-ikutan arus. 📱🔧

Kami spesialis di bidang perbaikan kerusakan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple, iPhone, iPad , MacBook, iWacth, Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony.

Keuntungan Service di Forto Premium Gadget Repair Service Surabaya :

  • Mendengarkan dan memahami terlebih dahulu keluhan calon customer dengan detail.

  • Konsultasi dan Check-Up kerusakan secara gratis.

  • Pengerjaan yang transparan dan dapat dilihat langsung dalam proses pengerjaan

  • Pengerjaan yang relatif cepat dan bisa ditunggu dalam 15 menit – 2 jam pengerjaan.

  • Melakukan proses pengerjaan berdasarkan Analisa dan Observasi sesuai dengan SOP yang berlaku di Forto.id.

  • Harga kompetitif dengan hasil yang maksimal dan bergaransi Panjang (1 – 6 Bulan Garansi)

Untuk menjamin kepuasan pelanggan akan layanan service perbaikan Smartphone : Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Google Pixel, Apple,iphone,iPad,MacBook,iWacth,Airpod, Infinix, Samsung, HTC, One-Plus, TCL, Huawei, Honor, Lenovo, Motorola, Sony Anda miliki langsung ditangani sendiri oleh teknisi berpengalaman dan profesional. Segala komponen dan peralatan yang memadai didukung ketersediaan sparepart yang original dan kami hanya membutuhkan waktu 1 jam termasuk menguji perangkat Apple Anda dengan Komponen baru setelah proses perbaikan Anda tidak perlu menunggu lama anda juga bisa melihat langsung proses pengerjaannya.

Kunjungi Outlet Spare Part dan Service produk Apple kami di Jl. Raya Manyar No.57

Ingin berkonsultasi masalah Gadget anda? Silahkan hubungi kami di kontak berikut: